banner 728x250

Warga Sipil Korban, Lukas Enembe Ada Dibalik Izin PT Blok Wabu

Avatar photo
gubernur papuasurat
banner 120x600

Surat kesepakatan PT BLOK WABU yang ditandatangani Lukas Enembe. (ist)

Oleh: Vull Members)*

Gubernur Papua, Lukas Enembe dinilai sebagai pembunuh rakyat Papua dalam konflik bersenjata di Intan Jaya. Sebab dia turut memberikan informasi privat dan mendukung pertambangan emas di wilayah Moni dengan jalan menandatangani surat
kesepatan PT Blok Wabu. Sikap tersebut LE dapat menghancurkan masa depan rakyat West Papua.

Dana OTSUS triliunan menutup mata dan hatinya untuk tergiur menjual harga diri dan kehormatan bangsa Papua. Lukas Enembe tidak akan hidup lama, sedikit lagi akan mati, namun malapetaka dan keputusan politiknya dalam menjual
kehormatan dan harga diri bangsa akan menjadi duri dalam daging sepanjang sejarah bangsa Papua.

Sikap kaku dan lugunya kepada Jakarta soal referendum Papua, issu rasisme bahkan penolakan Otsus dan kepentingan Otsus plus adalah tindakan ambigu Lukas Enembe guna menghancurkan masa depan dan eksistensi kehidupan rakyat Papua.

Dalam masa kepemimpinannya, LE mengizinkan para kapitalis birokrat untuk mencuri emas di Papua. Dia pun gagal untuk menghindari pembangunan Smelter di Gresik, Jawa Timur. Semua ini adalah kegagalan fatal yang ditunjukkannya bahkan membawa malapetaka besar bagi bangsa Papua.

“Lebih baik Lukas Enembe mati saja daripada sisa sisa hidupnya dimanfaatkan oleh NKRI untuk terus menguras habis-habisan sumber daya alam (SDA), darah dan daging bangsa Papua.”

Sudah terbukti banyak pejabat- pejabat Papua terlantar tanpa terkontrol secara administrasi pemerintahan, maka dampak negarifnya banyak yang dibunuh oleh NKRI di hotel-hotel secara sadis.

Lukas Enembe menjamin banyak koruptor anak-anak muda Papua yang berwatak colonial, opportunis, sombong, dan konyol. Dia justru memberikan peluang bagi kehancuran masa depan bangsa Papua di berbagai bidang-bidang kehidupan yang sangat penting dalam hubungan sosial dan kemasyarakatan di Papua.

Sepeninggalnya, Lukas Enembe akan tergores kenangan pahit bagi masa depan bangsa Papua namun bagi bangsa Indonesia adalah momentum emas untuk terus menjajah, menindas dan membunuh rakyat Papua.

Kata-kata Lukas Enembe bahwa dia adalah gubernur terakhir dan janji-janji manisnya hanyalah penipuan belaka di atas darah dan tangisan rakyat Papua. Oh…Lukas Enembe anda pengecut. Tanah dan tulang belulang rakyat Papua
sedang menyaksikan politik busukmu. 

Kejadian di Intan Jaya

Penulis adalah seorang aktivis HAM yang sedang bertahan di alam rimba Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *