Breaking News
banner 728x250

Wakil Fiji Terpilih Jadi Ketua Dewan Ham PBB, Waktunya Utusan Khusus PBB Ke Papua Barat

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60



OLEH : Lagowan Chegelian

TOTIO,THETPN-PBNEWS.Com; WAKTU Tuhan sepertinya sedang tergenapi. Wakil Negara Melanesia-Fiji terpilih menjadi ketua Dewan HAM PBB.

Kemaring Pada tanggl 15 Januari secara mengejutkan utusan khusus negara FIJI salah satu negara anggot MSG dan juga anggota PIF telah terpilih sebagai ketua Dewan HAM PBB yang disebut United Nation Commision On Human Right (OHCHR).

Delegasi Fiji terpilih setelah menyisihkan utusan Bahrain dan Uzbekhistan pada pemilihan yang berlangsung cukup intensif.

Maka Lantas, apa dampak yang bisa diharapkan oleh rakyat Papua khususnya dalam penyelesaian rentetan kronik pelanggaran HAM yang selama ini bermuara pada tuntutan Hak penentuan nasib sendiri?

Adakah potensi PBB mengirimkan utusan khusus HAM sebagaimana rekomendasi PIF, ACP dan 83 negara ditambah Inggris dan Belanda kemarin?

Jawabannya tentu saja bisa sekali. Mengapa? Alasannya, Negara FIJI adalah salah satu negara rumpun Melanesia yang mengerti dan tahu betul akar historis masalah Papua Barat. Dan Fiji adalah keluarga dekat bangsa Papua Barat, Fiji termasuk di dalam satu dari 18 negara PIF yang telah meresolusi pentingnya kunjungan utusan khusus-saat itu PM Papua Nugini, Hon. Pieter Oneill untuk mengunjungi Papua Barat. Namun tidak pernah direspon Jakarta tuturnya

Juga Fiji juga merupakan salah satu negara yang dalam forum-forum regional terlihat bungkam tetapi di beberapa forum kawan dan internasional aktif mendukung kampanye penentuan nasib sendiri.

Meski demikian, patut kami catat bahwa pendekatan ekonomi dan pembangunan Indonesia kepada pemerintah Fiji telah menyebabkan pengekangan moral bangsa melanesia itu untuk secara bebas dan aktif mendukung penuh Papua Barat.

Misalnya beberapa bantuan rekonstruksi pasca bencana alam beberapa waktu lalu dan lainnya.

Lantas, dampak signifikan yang bakal terjadi selain diatas? Adalah besar kemungkinan dalam forum MSG yang di dalamnya terdapat Fiji, persoalan Papua Barat dalam KTT dalam waktu dekat ini .

intervensi dewan HAM PBB dapat terjadi jika MSG mengetengahkan atau menindaklanjuti seruan PIF maupun 83 negara tersebut.

Jika, sudah demikian besar kemungkinan Indonesia akan kehilangan muka dan intervensi PBB akan sangat mungkin terjadi dalam beberapa tahun ini .

Dengan demikian, maka pekerjaan besar yang tersisa adalah orang Papua harus segera bersatu dan merekonsiliasi perahu/honai ULMWP yang sempat diguncang badai pegunungan tengah itu untuk kembali memasuki lautan teduh menuju pelabuhan akhirnya “Papua Merdeka”.*

Porter : An,dy infan
Editor : Vullmembers Alampa

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *