banner 728x250

Victor Bugiangge Murid Sekolah Dasar (SD) Kelas 6 Bersama 2 Rekannya Di Interogasi Oleh Militer Indonesia Di Nduga

Avatar photo
banner 120x600

Foto pengungsian rakyat sipil di west papua karena darurat militer Indonesia 2023-ist

Ndugama, THETPN-PBNEWS.COM — Victor Bugiangge Murid Sekolah Dasar (SD) kelas 6 (Enam), Matius Kerebea, dan Agustinus Kerebea dikabarkan ditahan oleh pihak militer Indonesia di Kabupaten Nduga, Papua Barat sejak 5 Juni 2023 saat terjadi baku tembak antara Militer Indonesia (TNI/POLRI) dengan sayap Militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Aksi baku tembak tersebut juga mengakibatkan terjadinya penangkapan terhadap 21 orang warga sipil dan 276 warga sipil lainnya mengungsi diantaranya terdapat anak-anak, ibu hamil hingga lansia dari Kampung Nugulait dan sekitarnya.

Matius Karebea dibawah kembali ke rumah oleh pihak Militer Indonesia dan mencari tahu keberadaan Darius yang dituduh oleh TNI/POLRI dalam aksi baku tembak antara Militer Indonesia dengan sayap militer TPNPB dibawah pimpinan Panglima Daerah Tn. Egianus Kogeya.

Tuduhan TNI Polri terhadap Darius juga tidak benar sebagai anggota TPN OPM, Darius menyatakan sejak tahun 2022, beliau juga perna dipukul, ditendang, dan di injak hingga dibawah oleh pihak militer Indonesia ke Polres Nduga dan telah dipulangkan.

Hingga kini Darius sedang menjalani proses pengobatan di rumah setelah mendapatkan pukulan dan tendangan oleh Militer Indonesia saat di interogasi. Dihubungi terima melalui seluler telepon .

Victor Bugiangge dan Matius Kerebea juga dituduh oleh pihak Militer Indonesia sebagai adik dari Yotam Bugiangge eks TNI yang bergabung dengan TPNPB, maka mereka di interogasi dan mendapatkan intimidasi oleh pihak keamanan. Ungkap sumber yang tak mau disebut namanya.

Dengan demikian kami mendesak kepada komunitas Hak Asasi Manusia (HAM) di seluruh dunia dan Dewan Keamanan PBB segera melakukan investigasi di Papua Barat dalam menangani situasi konflik bersenjata yang telah mengakibatkan terjadinya pelanggaran HAM berat bagi pihak sipil West Papua.

Kontak senjata antara Militer Indonesia dengan pro kemerdekaan Papua semakin subur setelah pilot Philips Mark Marthens ditawan oleh TPNPB di Nduga sejak 7 Februari 2023 sampai sekarang ini telah mengakibatkan operasi militer indonesia hingga terjadinya penangkapan dan pengungsian bagi warga sipil di Nduga dan wilayah konflik bersenjata lainnya di Papua Barat tutupnya*.

Siaran pers ini di keluarkan dari pertahanan militer Tentara Papua Barat ” West Papua Army WPA”, TPNPB,TRWP, TNPB.Totio, 05 Juni 2023 oleh Vullmembers Alampa .

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *