banner 728x250

TPNPB SEBELUMNYA SUDAH MENGUMUMKAN BAHWA BEOGA ADALAH SONA PERANG DAN MEMINTA WARGA SIPIL MENINGGALKAN BEOGA

Avatar photo
banner 120x600

BEOGA,THETPN-PBNEWS.COM – Panglima ,Tentara Pembebasan Nasional Pappua Barat  Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM)Sorong Samarai , Damianus M Yogi, Alias Rimba Ribut  mengatakan TPNPB tidak menembak warga sipil di Beoga maka TPNPB sebelumnya sudah mengumumkan bahwa Beoga adalah zona perang Dan meminta warga sipil meninggalkan Beoga .

Hal Ini disampaikan oleh  Ondius  kepada The TPN-PB News vullmembers Alampa bahwa klaim pihak keamanan Indonesia yang mdenyebutkan delapan orang yang tertembak di Beoga adalah warga sipil bersama Militer indonesia TNI PORLI.

“Tidak ada alasan yang membenarkan bahwa itu (delapan orang yang ditembak) adalah warga sipil. Karena TPNPB sudah umumkan warga sipil segera tinggalkan wilayah perang, jadi yang ditembak itu semuanya bagian dari Anggota militer TNI Polri,” ungkap Rimba Yogi.

Pada bulan Juli 2021 panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka TPN-PB OPM  mengeluarkan pengumuman untuk memperingatkan seluruh warga Indonesia untuk meninggalkan beberapa wilayah perang di Papua, yakni di Kabupaten Intan Jaya, Puncak, dan Ndugama. TPNPB juga menekankan agar para pekerja yang berada wilayah perang agar segera meninggalkan lokasi tersebut maka kami siap prang melawan militer kolonial Indonesia TNI PORLI.

“TPNPB tidak akan bertanggung jawab jika para pekerja itu tewas tertembak,”  sebut TPNPB saat mengumumkan peringatan ini.

TPNPB kembalii menegaskan bahwa TPNPB di bawah Pimpinan Panglima Sorong Samarai D.R.R.Infatri  Demianus M Yogi Alias Rimba Ribut dan Gusby Waker ,lekagak Telenggen  bertanggung jawab atas penembakan di Beoga yang menewaskan delapan orang. Sedangkan pelaksana penembakan adalah pasukan TPNPB OPM Sorong Samarai dibawah pimpinan komandan operasi  Aibon Kogeya dan Undius Kogeya.

Juga, “TPNPB-OPM kembali mengeluarkan peringatan keras bahwa semua imigran segera tinggalkan zona perang, Karena perintah perang telah diumumkan hari ini

Seperti diketahui, pada Rabu (2/3/2022) pihak keamanan Indonesia merilis berita bahwa sejumlah orang tak dikenal dilaporkan telah menyerang dan menembaki karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) yang sedang melakukan perbaikan “Tower Base Transceiver Station” (BTS) 3 Telkomsel “CO 53M 756085 9585257” di Distrik Beoga.

Delapan orang dilaporkan meninggal dalam insiden tersebut, seorang di antaranya warga setempat.

Adapun identitas korban yang meninggal adalah Billy, Renal, Bona, Bebi Tabuni, Jamal, Eko, Syahril dan Pak De, tutur Kol Inf Aqsha Erlangga.

Pada Kamis (3/3/2022) terjadi lagi penyerangan dan penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata terhadap anggota TNI di Pos Koramil Dambet Satgas Kodim Yonif R 408/SBH di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Serangan ini mengakibatkan Pratu Herianto terkena tembakan di leher bagian bawah telinga. (*)

               (  Vullmembers Alampa )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *