banner 728x250

Kepala Staff Angkatan Darat KASAD Tn Jendaral Okto Jemi M Yogi Menuntut Kedaulatan Rakyat Papua Yang Pernah Merdeka

Avatar photo
banner 120x600

Foto Kepala staff angkatan darat KASAD Tn Jendaral Okto Jemi M Yogi Bersama pasukan berani mati 23/12/2022– Ist

MOGO, THETPN-PBNEWS.COM — Kepala Staff Angkatan Darat KASAD Tn Jendaral Okto Jemi M Yogi menuntut kedaulatan rakyat Papua yang pernah merdeka pada tahun 1961, terbentuknya negara Papua barat dengan simbol TPN .

Menurut Kepala Staff Angkatan Darat KASAD Tn Jendaral M.K. Okto Jemi M Yogi Alias Mogoma tuntut kedaulatan, sesuai Hukum Umaniter yang berlaku. Bukan simbol kemajuan pemerintah indonesia atau sistem Indonesia menjadikan gula-gula manis.
Tetapi, kami menuntut kedaulatan orang papua yang pernah merdeka pada Tanggal 1 Desember Tahun 1961 sebagai Hari Kemerdekaan dan Tanggal 1 Juli Tahun 1971 sebagai Hari Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Papua Bara yang perna menjadi Negara Papua barat dengan simbol kemajuan Militer Tentara Papua Barat hari ini “West Papua Army”(WPA), Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Tentara Nasional Papua Barat (TNPB), Tentara Revolusi West Papua (TRWP) . Tuntut keadilan negara Indonesia yang berlaku usai menjabat sebagai kepala staff Angkatan Darat KASAD Tn Jendaral M.K. Okto Jemi M Yogi Traif”,

Ditempat yang sama Panglima Tertinggi Tentara Papua Barat “West Papua Army”, Tn Jendaral D.R.R.Demianus M Yogi juga mengeluarkan surat tegas kepada Presiden Republik indonesia Ir. H. Joko Widodo untuk menuntut kedaulatan rakyat papua dan menuntut perundingan sesuai Hukum yang berlaku di indonesia dalam waktu yang dekat ini. Namun, tuntutan ini presiden republik indonesia Ir. H. Joko Widodo tidak menerima Pers ini, maka kami tetap akan Perang Sesuai Hukum Umaniter Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB jenewa yang berlaku dalam waktu dekat ini.

Juga meminta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) , Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, dan Komisi Tinggi HAM PBB untuk menekan Indonesia agar mempertanggungjawabkan pelanggaran HAM di Papua. “Segera minta Indonesia bertanggung jawab [atas] pelanggaran HAM yang tak pernah berhenti di atas negeri Papua,” ujarnya.

Redaksi: (Gen RR: vull members Alampa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *