banner 728x250

TPNPB BAGIAN DARI PEJUANG KEMERDEKAAN BANGSA PAPUA BARAT

Avatar photo
banner 120x600

Foto tpnpb vs tni-Polri dok vullmembers Alampa

PASIFIK,THETPN-PBNEWS.COM –Belligerent adalah para pihak yang bersengketa dalam sebuah pertikaian bersenjata, dalam hal ini pihak yang bersengketa bisa siapa saja termasuk pemberontak (rebells).

Pemberontak merupakan sekelompok orang yang melakukan pemberontakan (rebellion), diakui ada dan memperoleh legal personality (pengakuan) atas dasar mematuhi hak dan kewajibannya dalam hukum perang. Adanya pengakuan sebagai pemberontakan (recognation of insurgency), maka sekelompok orang (pemberontak) yang menyebabkan serta melakukan peperangan internal terhadap pihak pemerintah yang berkuasa dapat disebut bagian dari subjek hukum internasional.

Ketika pemberontak tersebut dalam menjalankan pemberontakannya memiliki wilayah serta organisasi pemerintah yang teratur menjadi tandingan terhadap pemerintahan yang sah, dan kemudian mendapatkan pengakuan (secara de jure) dari negara lain (negara netral), maka pengakuan itu menjadi dasar pengakuan sebagai para pihak yang berperang (recognition of belligerency), serta didukung oleh legal personality, maka insurgent atau pemberontak itu dapat tampil sebagai subjek hukum internasional dan menjadi kombatan yang sah (belligerents/para pihak yang berperang).

Gerakan Perlawanan Bersenjata Rakyat Papua Barat (West Papuan People’s Armed Resistance Movement) yang terorganisir kedalam “Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)” termasuk dalam kategori para pihak yang bersengketa dalam sebuah pertikaian bersenjata.

Objek sengketa yang menjadi dasar pertikaian bersenjata sangat jelas, yaitu “Tuntutan Hak Penentuan Nasib Sendiri Atas Pendudukan Indonesia Diatas Wilayah Geografi Papua Barat”. Sehingga dasar pertikaian itu tidak bisa dilihat dari aspek pemberontakan sebagai separatis, atau gerakan pemisahan diri. Dikatakan demikian beralasan pada aspek kewilayahan, yaitu: “Wilayah Geografi New Guinea Bagian Barat (Papua Barat), Etnik dan Budaya Papua tidak termasuk dalam Entitas Sub Nasional Indonesia (Melayu) yang menjadi landasan berdirinya sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

TPNPB adalah Sayap Militer Organisasi Papua Merdeka, bagian dari Pejuang Kemerdekaan (freedom fighter) atau pihak yang berperang (Billigerency) dan menyandang status kombatan, sehingga posisinya jelas dan berbeda dengan penjahat bersenjata yang mempunyai motif kepentingan tertentu untuk kelompok itu sendiri.

TPNPB mempunyai tujuan politik yang jelas untuk membentuk sebuah Negara Papua Barat yang berdaulat diatas tanah leluhur Orang Asli Papua, sehingga tidak bisa dikatakan penjahat bersenjata yang selama ini dikonotasikan sebagai KKB, KKSB, Teroris, dan sebutan negative lainnya (Predicate for rebellion),

Redaksi Gen-RR (Vullmembers Alampa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *