banner 728x250

Terjadi penangkapan terhadap 3 warga sipil di Nduga West Papua

Avatar photo
banner 120x600

Foto Pada hari Senin, 5 Juni 2023 sekitar pukul 01.00 malam Waktu Papua Barat terjadi penangkapan terhadap Ipote Dik berusia 20 tahun, Yopi Kerebea berusia 36 tahun dan Abisak Kerebea berusia 17 tahun oleh gabungan militer indonesia di Kota Kenyam tahun 2023

Ndugama, THETPN-PBNEWS.COM –Pada hari Senin, 5 Juni 2023 sekitar pukul 01.00 malam Waktu Papua Barat, terjadi penangkapan terhadap Ipote Dik berusia 20 tahun, Yopi Kerebea berusia 36 tahun dan Abisak Kerebea berusia umur, 17 tahun oleh gabungan militer Indonesia di kota Kenyam, Kabupaten Nduga, West Papua.

” Berdasarkan informasi dari saksi bahwa pihak militer Indonesia datang kerumah korban dikasih bangun dari ketiduran, lalu dipukuli dan dibawah ke kantor Polres Nduga setelah satu hari mereka dipulangkan sekitar jam 3.25 sore Waktu Papua Barat. Ungkap sumber telepon seluler.

Selain dari aksi penangkapan tersebut warga sipil yang mengungsi saat terjadi kontak senjata antara militer Indonesia dengan sayap militer Tentara Papua Barat komando TPNPB di Nduga meminta kepada Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia ( HAM) PBB Kunjungan ke West Papua demi kemanusiaan agar berhentikan konflik yang terus menerus selama 60 tahun sampai kini.

Siaga tempur yang di perintahkan oleh petinggi militer Indonesia di Nduga, West Papua telah mengakibatkan berbagai macam persoalan konflik yang diaĺami oleh warga sipil untuk mencari mata pencarian sehari-hari menghidupi dan setiap konflik pengungsian bagian gunung di Kota Kenyam, Nduga.

Operasi militer Indonesia dalam misi pembebasan sandera Philips Mark Marthens telah merugikan warga sipil sebab terjadi penembakan, intimidasi, diskriminasi dan berbagai macam bentuk ketidak adilan terhadap warga sipil yang tak berdosa jadi korban di Nduga tutupnya” *.

Siaran pers ini di keluarkan dari markas komando pertahanan militer tentara Papua Barat West Papua Barat Army WPA, Dibawh Tiga Komando, TPNPB, TNPB, TRWP. oleh Vullmembers Alampa

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *