banner 728x250

Sidang Kasus Paniai Berdarah Dilanjutkan Minggu Depan Di Makassar

Avatar photo
banner 120x600

Foto Pengadilan Negeri Makassar Jl. R.A Kartini Kota Makassar.

MAKASAR , thetpn-pbnews.com — Sidang kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yakni Peristiwa Paniai Berdarah yang terjadi pada 7-8 Desember 2014 diselenggarakan hari ini, Rabu (21/09) di Pengadilan Negeri Makassar Jl. R.A Kartini Kota Makassar. Satu terdakwa atas nama IS terpantau mengikuti sidang dengan khidmat.

Pejabat sidang terdiri dari 5 majelis hakim dengan rincian 2 hakim karier dan 3 hakim ad hoc yang diketuai oleh Sutisna Sawati, S.H.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan bahwa IS selaku Perwira Penghubung di Kabupaten Paniai telah melakukan pelanggaran HAM sesuai yang diatur dalam Pasal 42 ayat 1 huruf a dan huruf b jo Pasal 7 huruf b jo Pasal 9 huruf a, Pasal 37 Undang Undang No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM), dengan TKP di Lapangan Karel Goday dan Kantor Koramil 1705-02/Enarotali Jl. Karel Gobay Kampung Enarotali Distrik Paniai Timur Kabupaten Paniai Provinsi Papua, pada Senin (8/12/2014).

Atas dakwaan JPU tersebut, terdakwa IS mengajukan keberatan dan berkoordinasi dengan penasihat hukumnya. Selanjutnya terdakwa IS menyatakan bahwa dirinya tidak mengajukan eksepsi dan hanya meminta salinan dakwaan kepada JPU.

Persidangan kasus pelanggaran HAM Paniai Berdarah akan dilanjutkan pada Rabu (28/09) mendatang, kemudian sidang ditutup oleh hakim ketua.

Foto panglima tentara pembebasan nasional papua barat organisasi papua merdeka TPNPB OPM Tn Jenderal Demianus M Yogi Dok vull 21 September 2022

karena itu ,Panglima Tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Tn Jenderal Demianus M Yogi , tegas kepada pemerintah Indonesia dan TNI POLRI Bahkan intelejen densus 88 mengakibatkan kasus Korban Tembak tewas dari tahun 1969 sampai kini tahun 2022 oleh aparat keamana Indonesia TNI PORLI.

foto korban tewas di tembak oleh TNI PORLI di kabupaten paniai 8 Desember 2014.

Pelanggaran hak asasi manusia( HAM ) yang terjadi 4 Siswa SMA Korban tewas di tembak oleh aparat keamana di kabupaten paniai Berdarah, yang terjadi pada tanggal 7-8 Desember 2014 dan korban mutilasi Empat (4) warga Dugama di tembak oleh intelijen militer tentara Indonesia TNI di timika Papua.

Bapak Presiden Jokowi Dodo, segera tuntaskan kasus HAM Berat ini dalam Tahun ini, di sidang tahunan PBB G20.

Indonesia, jangan anggap preme, kasus-kasus korban di tembak oleh TNI PORLI di wilayah teritorial west Papua ,ini harus tuntaskan sesuai hukum yang berlaku dalam tahun ini kalo tidak,Kami siap akan prang seluruh teritorial west Papua sesuai hukum umaniter TPN-PB OPM tegas Demianus”.

(Vull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *