banner 728x250

Sebby Sambom Mengaku Komnas TPNPB Telah Diakui PBB, Ini Tanggapan Jenderal Damianus M. Yogi

banner 120x600

Foto pelanggaran humaniter  internasional

Paniai-thetpnpbnews.com — Juru bicara Komnas TPNPB Sebby Sambom dan Amatus Dou mengaku Kelompoknya Telah diakui Dewan Komisaris Tinggi PBB melalui pakar hukum perang di Australia yang disampaikan melalui video berdurasi kurang lebih 05.00 yang dikemas dalam beberapa chanel youtube itu dikecam keras oleh Jendral Infanteri Damianus Magai Yogi.

Yogi Mengatakan pernyataan Sebby yang Viral itu adalah tidak benar atau Pembohongan Publik. Karena pengaturan perang dan konfilk bersenjata merupakan upaya untuk mencegah terhadap kemungkinan kekejaman dan pelanggaran HAM yang terjadi diatas Tanah Papua.

Disampaikan yogi, dalam lirisan yang diterima media ini, pada rabu (05/10/2022) Penerapan Hukum Humaniter yang berkaitan dengan permasalahan dari sisi pengaturan dan mekanisme perang memiliki karakteristik yang berbeda, baik angkatan Udara, Darat, dan Laut, tutur Yogi’

Setiap perang bersenjata kita tidak bisa luput dari jeratan pelanggaran HAM oleh karena itu hal ini pun kita harus patuhi. Hasil kenvensasi Jenewa tahun 1907 dan konvensasi Den Hag tahun 1899, serta hukum ICC tahun 1998 menegaskan rambu-rambu perang dan konflik bersenjata.

Selanjutnya kata Yogi, Hukum Humaniter Internasional diperluas melalui konvensi Jenewa 1949. Dalam konvensi ini memutuskan untuk memberikan perlindungan terhadap pengungsi korban peperangan terlebih pada para pelayan kemanusiaan seperti tenaga Medis, Rohaniawan, dan rakyat yang lemah.

Masih ada 2 protokol yang dikemukakan dalam konvensi Jenewa yang terdiri dari 1. Protokol yang bersifat internasional dan yang tidak bersifat internasional. Hal Itu pun kita patut dipatuhi” karena itu adalah hukum perang yang sah dan berlaku secara global.

Tambah Anak kandung dari Tn Tadius Yogi itu Bahwa, kemudian berdasarkan Statuta Roma membentuk ICC ( internasional Criminal Court ) menegaskan pertanggungjawaban hukum untuk Komanda Militer yang melanggar hukum Internasional dan Hukum Humaiter karena dianggap sebagai penanggung jawab perang. “Jelas Yogi”

Ada beberapa aksi yang tercoreng nama baik Perjuangan Papua yang dilakukan KOMNAS HAM TPNPB oleh Kelompok Sebby Sambom adalah sebagai berikut:

Manajemen Komnas TPNPB (Sebby) mengeluarkan statemen bertanggungjawab atas pembakaran kantor distrik Kebo Kabupaten paniai oleh Kodap Kegepa Nipo Paniai 30/09/2022 adalah melanggar hukum Humanity Internasional Karena dalam Hukum humanity dikatakan Gedung Yang bukan Pos Militer wajib dilindungi.
Sebby juga mengeluarkan statemen pasca penyerangan puskesmas di Kiwirok Pegunungan Bintang Papua, bahwa tenaga kesehatan yang dinyatakan hilang atas nama Gerald Sokoy, masih hidup pada hal Gerald berada di markas Ngalum Kupel tidak hilang. Statemen ini juga adalah dinilai pembohongan publik.
TPNPB juga membakar kantor Bandara Bilogai, seharusnya kantor bandara itu patut dilindungi karena bukan salah satu pos TNI/POLRI.
Dan masih banyak pernyataan pembohongan publik dan aksi Anarkis yang digencarkan oleh kelompok dibawah komando Amatus dou dan sebby ini, sangat disayangkan karena aksi-aksi dan pernyataan ini melawan hukum Humaniter Internasional.
Lanjut Damianus, kalau model ini terus di gencarkan ada kemunduran drastis dan memperlambat Kemerdekan Papua. Kita berjuang dengan mematuhi Hukum Humaniter yang berlaku. “Tutupnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *