banner 728x250

Refleksi Kristologi Alkitabia Dalam Korelasi Dengan Kemerdekaan Papua

Avatar photo
banner 120x600

(Foto rakyat bersatu tidak bisa di kalakan ist)

Oleh : Poros Papua atau Negara Federal Papua Barat atau (NFRPB)

(Telah setengah abad (50 Tahun) lebih Orang Papua, Bangsa Papua mengembara dalam belantara dan atau samudra perjuangan penentuan nasib sendiri bagi bangsa dan wilayah disebut Papua barat.)

Bukan suatu kekeliruan ataupun kesalahan mereka dalam memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa dan wilayah bangsanya yang hingga kini masih dikuasai oleh pemerintah NKRI.

“Perjuangan penentuan nasib sendiri hingga kini masih mengisahkan cerita pilu disudut masing-masing kelompok perjuangan Papua merdeka, ibarat kaki, tangan, telinga dan mata bukanlah satu tubuh.

Andai kata kaki berkata: “karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Andaikata telinga berkata: “karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, dimanakah pendengaran? Andaikata seluruhnya telinga, dimanakah penciuman?
Tetapi ” Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
Andaikata semuanya satu anggota, dimanakah tubuh?
Memang ada banyak anggota, tetapi satu tubuh (1 Korintus 12:12-27)”.

Berangkat dari Kristologi Alkitabia ini, sudahkah orang Papua, bangsa Papua yang terus memeperjuangkan hak politik penentuan nasib sendiri (kemerdekaan) bagi bangsa dan negerinya ?

apakah mereka telah memahami fungsinya sebagai organ perjuangan yang adalah satu bagian yang tak terpisahkan dalam satu tubuh negara bangsa Papua yang bersyarat atau belum ?

Jika mereka belum memahaminya, maka perjuangannya sia-sia dan hanya membuang waktu, tenaga dan biaya tanpa mewujudkan hasil yang diperjuangkannya. Namun jika mereka telah sadar dan mengerti bahwa kelompok-kelompok perjuangan itu adalah satu tubuh yang tak terpisahkan satu dan lainnya dari sebuah entitas dan komunitas dari satu negara bangsa Papua yang bersyarat, barulah mereka akan berdiri sendiri sebagai satu negara bangsa Papua yang merdeka, bebas dan berdaulat untuk mewujudkan Papua yang berkeadilan mendatangkan damai sejahtera bagi warga bangsa dan negaranya untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di dunia demi kemuliaan nama Tuhan.

Tuhan pulihkan Papua menghadirkan sukacita damai sejahtera bagi semua rakyat di negeri Papua yang diberkati Tuhan

Selamat meresapinya dalam memperjuangkan hak kemerdekaan Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *