banner 728x250

Rayakan HUT Embrio West Papua, Panglima Tertinggi Pimpin Upacara

Avatar photo
banner 120x600

Foto saat pengibaran sang bintang kejora di markas komando pertahanan Mabes Totio tahun 2022 dok vull

MEEPAGO, THETPN-PBNEWS.COM — Panglima Tertinggi West Papua Army (WPA) Tn Jendral Demianus M Yogi alias rimba’ribut Pimpin, upacara hari HUT kemerdekaan west Papua dari Mabes Totio, Memonala, Perr Kamis 1/12/2022.

Dikatakan Yogi, “Seluruh TPN-PB, WPA, TNPB,TRWP, yang ada di Meepago akan menghadiri di Markas Besar “Mabes” untuk memperingati Hari Ulang Tahun Embrio Bangsa West Papua yang jatuh pada tanggal 1 Desember 1961 sampai dengan 1 Desember 2022.”

Panglima Tertinggi Damia M Yogi Alias rimba’ribut mengatakan, Pada tanggal 1 Desember adalah peringatan penandatanganan manisfesto politik bangsa West Papua dan persiapan pembentukan negara adalah pada tahun 1963.

“Bintang Kejora akan berkibar di markas TPNPB-OPM West Papua Army di Meepago melalui pengibaran Bendera sang Bintang Kejora,” kata Pimpinan TPN PB West Papua Army Meepago Damianus M Yogi Rimba Ribut dalam wawancara berlangsung di lapangan terbuka , Kamis (1/11/2022) kepada media ini.

Dikatakan, peringatan HUT 1 Desember biasanya dirayakan di markas TPNPB-OPM West Papua Army dengan melakukan pengibaran bendera Bintang Kejora. “Ini sudah kami lakukan dari dulu selama 59 tahun dan itu akan berjalan terus sampai bangsa west Papua Merdeka dari Indonesia.”

Dikatakan Pimpinan, “1 Desember itu bukan hari proklamasi, melainkan hari di mana para tokoh Papua dan Pemerintah Belanda mengumumkan embrio negara. Setelah itu proklamasinya terjadi pada tanggal 1 Juli 1971, maka TPNPB-OPM berjuang untuk pengakuan itu,” jelasnya.

“Dalam Upacara Pengibaran Bintang Kejora Pada 1 Desember Ini, akan di hadiri dari seluruh Basis Pertahanan Pasukan TPN PB OPM Yang berada di wilayah Meepago yakni, dari 5 kabupaten antara lain: Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire dan Intanjaya Bagian Paniai, merayakan bersama sama seperti biasa dari Markas Besar TPN PB OPM Meepago di Totiyo Deyatei Paniai West Papua,” katanya.

“1 Desember 1961 adalah Hari Nasional bangsa Papua, berdasarkan legitimasi International. 1 Desember 1961 adalah Hari lahirnya embrio bangsa Papua berdasarkan hukum Internasional yang tercantum pada resolusi PBB nomor 1514, oleh sebab itu jika Rakyat Papua hendak merayakan hari bersejarah ini adalah Hak mutlak dan hak absolute yang tidak bisa diganggu gugat dengan segala macam alasan atau hukum-hukum karet negara kolonial NKRI.”

“Namun dalam perayaan tersebut kepada Rakyat Papua sorong samarai dihimbau untuk bertindak dengan hikmat Tuhan, karena Indonesia adalah Negara kolonial yang dikendalikan oleh Iblis Lusiver sehingga kapan saja NKRI dapat bertindak brutal guna menghianati hari penting dan bersejarah ini,” pungkasnya.

Redaksi: (Gen RR vull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *