banner 728x250

Penduduk Orang Asli Papua (POAP) Harus Sadar, Bangkit, Bersatu Dan Lawan

Avatar photo
banner 120x600

foto pendeta Sokrates Sofyan yoman

KAMI BANGUN INDONESIA DENGAN DANA RIBUAN TRILIUNAN DARI TAMBANG EMAS KAMI TAPI KAMI DIMUTILASI DAN KRIMINALKAN KAMI DENGAN  UANG 1 MILYAR RUPIAH

“Meskipun kebohongan itu lari secepat kilat, satu waktu kebenaran itu akan mengalahkannya.”_ • In Memoriam Prof. Dr. Jacob Elfinus Sahetapy.

Oleh : Gembala DR. A.G. Socratez Yoman

“Kami Penduduk Orang Asli Papua (POAP) membangun Indonesia selama 59 tahun sejak 1 Mei 1963 sampai sekarang , dan  sebaliknya, Indonesia menghancurkan POAP selama 61 tahun sejak 19 Desember 1961 sampai sekarang.”

Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri, Menkopolhukam, Kepala BIN dan KPK dan para menteri dan para petinggi di eksekutif, judikatif dan legislatif, harus berhenti mempermainkan harkat dan martabat kemanusiaan kami hanya dengan nilai 1 milyar rupiah.  Karena, Penduduk Orang Asli Papua (POAP) sudah menyumbangkan kekayaan emas, uranium, gas dan miinyak dan lain-lain sudah membangun dan memajukan Indonesia.

Mari, kita duduk dan berhitung  bersama.

1.Berapa nilai uang yang disumbangkan dari POAP kepada Indonesia?

2.  Berapa nilai (remah-remah) yang dikembalikan Indonesia kepada POAP sebagai pemilik Tambang, Gas dan Minyak

3. Apa Indonesia buat untuk POAP.selama 59 tahun sejak 1 Mei 1963 sampai sekarang?

Penguasa  Indonesia, STOP…..STOP…
.STOP…..menipu kami, mutilasi kami, kriminalisasi kami, marjinalkan kami, musnahkan kami, penjarakan kami, rampok Tanah kami.

Penguasa Indonesia  STOP….STOP….STOP  separatis-kan kami, makar-kan kami, OPM-kan kami, KKB-kan kami, dan teroris-kan. 

Penguasa Indonesia STOP….STOP….STOP  bersembunyi dan bertopeng dibalik jargon NKRI harga mati di Tanah leluhur kami di Tanah Papua. Jargon NKRI harga mati hanya untuk membunuh, memutilasi, memenjarakan, menyiksa, membunuh, memusnahkan dan mencuri, merampok dan menjarah dengan cara-cara barbar dan tamak.

Mengapa sudah 59 tahun bersama Indonesia, tetapi POAP tetap miskin dan melarat di atas kekayaan tambang, gas dan minyak yang melimpah? 

Kejahatan dan kebohongan penguasa Indonesia yang rasis, fasis, barbar, kriminal dan teroris berjalan telanjang selama 59 tahun dan memiskinan, membunuh dan memusnahkan POAP secara sistematis, terstruktur, terprogram, meluas, masif dan kolektif. Kejahatan atas kemanusiaan dan ketidakadilan ini harus dilawan dengan KESADARAN dan PERSATUAN serta SOLIDARITAS.

Penduduk Orang Asli Papua  (POAP) harus sadar, bangkit, bersatu, dan membangun solidaritas untuk melawan penguasa Indonesia yang pembohong,  pembunuh dan pencuri yang selalu bersembunyi dibalik NKRI harga mati, Undang-undang dan Peraturan-peraturan yang dibuat untuk melegitimasi kepentingan kejahatan mereka.

AYO….SADAR…..SADAR…..BANGUN….BANGUN…BANGKIT…..BANGKIT, …..BERSATU….BERSATU….MENJALIN RELASI SOLIDARITAS KEMANUSIAAN, DAN LAWAN…LAWAN…..KEJAHATAN DAN KEBOHONGAN….DEMI HARKAT DAN MARTABAT KEMANUSIAAN KAMI….

“MARI, SAVE PARA PEMIMPIN PAPUA. SAVE RAKYAT PAPUA. SAVE BANGSA PAPUA, SAVE LUKAS ENEMBE.”

Doa dan harapan saya, tulisan singkat ini memberikan pencerahan untuk para pembaca. Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati.

Ita Wakhu Purom,  24 September 2022

Penulis:

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
  2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
  3. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC)
  4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).

NO HP/WA: 08124888458

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *