banner 728x250

Pasukan Berani Mati WPA Dengan Tiga Sayap Militer TPNPB, TNPB, TRWP Siap Bertanggung Jawab Atas Korban Tewas 3 Anggota TNI Di Intan Jaya

Avatar photo
banner 120x600

Foto dua anggota TNI mati tempat dan tiga lainnya luka-luka di Intan Jaya

Intanjaya, THETPN-PBNEWS.COM–Peristiwa yang terjadi baku kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Tentara Nasional Papua Barat (TNPB), dan Tentara Revolusi West Papua (TRWP), pada Senin, 10/04/2023 siang kemarin.

” Perang ini yang di lakukan Yosua Maiseni dari ajudan Komandan Operasi Umum WPA Sorong sampai – Samarai dibawah pimpinan Tn Gusby Waker dan anak buah Waker ini beliau bertugas Kodap 8 Ugimba sama Panglima Sabinus Waker di Intan Jaya, dari Markas Komando Pertahanan Daerah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat “West Papua Army WPA”. telah berhasil menembak tewas mati dua anggota TNI dan tiga lainnya luka-luka di Intan Jaya.

Menurut Komandan Operasi West Papua Army WPA, Tn Gusby Waker, kami tembak tiga anggota TNI, karena adanya melakukan pengisiran di pemukiman warga sipil west papua yang tak berdosa di Intanjaya sehingga kami melakukan perlindungan terhadap warga sipil. Katanya.

Ungkap Waker Selain itu, markas pusat kami jelas di Totio West Papua Army dari Komando Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka, kami tidak akan pernah mundur dari markas, namun kami siap untuk perang di lapangan terbuka komando daerah masing-masing karena tiap hari TNI POLRI melakukan operasi di pemukiman warga sipil tak berdosa dan gangguan warga sipil jadi terauma untuk mencari hidup sehari-hari itu menjadi tantangan di daerah Intanjaya kata Yosua Maideni melalui seluler handphone diterima http:/tpn-pb.news.com.

Konflik tersebut sudah terjadi sejak tahun 1963, tahun 1971 sampai tahun 2023, hingga kini dan telah mengakibatkan terjadinya ribuan korban jiwa dari warga sipil di setiap daerah diatas teritorial west papua.

Di benarkan oleh Panglima Tertinggi WPA Tn Jendaral RR. Demianus M Yogi mendesak pemerintah Indonesia untuk mematuhi hukum humaniter konvensi Jenewa Perserikatan Bangsa-bangsa PBB tahun 1949. Setiap negara merdeka maupun non merdeka perlu wajib menghargai hukum Internasional yang berlaku di tingkat kemiliteran seluruh dunia.

Dengan demikian situasi konflik bersenjata yang terjadi di West Papua adalah konflik politik yang telah mengakibatkan genjatan senjata antara militer pemerintah Indonesia dengan Tentara Papua Barat dibawah tiga Komando, TPNPB OPM, TNPB, TRWP. Tutupnya.

editir : Gen RR Vullmembers Alampa)

(Redaksi : West Papua Army Totiyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *