Breaking News
banner 728x250

Panglima Tertinggi WPA Jenderal R.R Demianus M Yogi Tegaskan Kepada Negara Indonesia bertanggung jawab Atas Pelanggaran Hak Asasi Manusia HAM di Papua

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

(Foto Panglima Tertinggi West Papua Army WPA Tn Jendral Demianus M Yogi (Dok THETPN-PBNEWS.COM/Vull Totio 10 Desember 2022)

TOTIO, THETPN-PBNEWS.COMPanglima Tertinggi “West Papua Army” WPA jenderal Demianus M Yogi Tegas kepada Negara Indonesia untuk bertanggung jawab Atas Pelanggaran “Hak Asasi Manusia” HAM terjadi di Papua Sabtu (10/12/2022).

banner 325x300

Hari Hak Asasi Manusia atau Hari HAM Sedunia menuntut Pemerintah Indonesia untuk bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang terjadi terhadap Orang Papua selama 61 tahun terakhir ini .

Panglima Tertinggi West Papua Army WPA, Demianus M Yogi mengatakan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2022 merupakan momentum penting untuk seluruh komponen rakyat Papua menyampaikan pendapat secara terbuka di muka umum. Hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum itu dilindungi Konvensi Internasional tentang Hak Sipil dan Hak Politik.Namun negara Indonesia bertanggungjawab atas pelanggaran yang dilakukan oleh militer negara Republik Indonesia TNI – PORLI diatas Teritorial West Papua.

“Terkait Hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2022 Panglima Tertinggi WPA Demianus M Yogi menuntut, Negara Indonesia bertanggung jawab atas korban tewas yang dilakukan oleh militer Negara Indonesia TNI POLRI diatas Teritorial West Papua traif “Biak Berdarah,Wasior Berdarah,Wamena Berdarah, dan 4 Siswa SMA Negeri Paniai Tewas.Terkena peluruh Tajam di lapangan Kaler Gobai 8 Desember Tahun 2008 Tegas Demianus M Yogi usai dilantik menjabat sebagai Panglima Tertinggi Tentara Papua Barat West Papua Army WPA.

“Kondisi rakyat Papua saat ini juga penuh dengan penderitaan dan penindasan. Hal itu tidak terlepas dari hadirnya kolonialisme, kapitalisme, dan imperialisme di Tanah Papua. Begitu banyak kekerasan yang terjadi pada tahun 2022. Ia juga menyebut kasus penyiksaan terhadap tujuh anak di Kabupaten Puncak yang menyebabkan Makilon Tabuni meninggal dunia pada Maret 2022, kasus pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten pada Agustus 2022, penyiksaan di tiga warga di Mappi pada Agustus 2022, hingga Penyiksaan tiga anak di Keerom pada Oktober 2022 bahkan Kasus Ham Berat Paniai yang disebut paniai berdarah 8 Desember Tahun 2008.

“WPA merasa diri bagian bangsa berkoloni dan merasa tertindas, (Tegas) untuk menyampaikan sikap terbuka kepada negara atas kekerasan dan pelanggaran HAM terjadi selama 61 tahun lebih di West Papua,” ujarnya.

“Yogi dinilai target Indonesia untuk menghabiskan kulit hitam di tanah Papua dengan tujuan mau merampas kekayaan alam dan miliki. Inilah kejahatan Indonesia, tapi Tuhan itu luar sehingga dimana negara-negara tegur kepada negara Indonesia raksasa tembok bisa hancur dengan kekuatan Allah bangsa Papua menembus dunia Internasional, maka negara-negara dunia memberikan 10 rekomendasi kepada negara Indonesia yang melakukan kejahatan yang melampaui batas.

“Pemimpin West Papua Army ucapkan terima kasih kepada Negara Amerika Serikat, Negara Vanuatu, negara Australia, negara Kanada, Negara belanda, negara Selandia baru, Negara Slovenia dan diplomasi West Papua lainnya, teruskan berjuang sampai berhasil rekomendasi sidang UPR Dewan HAM PBB” pungkasnya.

Yogi menyatakan semua kekerasan negara terhadap rakyat Pa mmpua menunjukan bahwa tidak ada masa depan rakyat Papua bersama Indonesia. Untuk itu, Panglima Tertinggi West Papua Army WPA Tn Jenderal Demianus M Yogi menuntut Negara Indonesia agar bertanggung jawab atas Pelanggaran HAM disebutkan diatas selama 61 tahun”,. Ujarnya. (Traif)

Redaksi: (Gen-RR Vull member Alampa)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *