Breaking News
banner 728x250

Mengetahui Bukan Berarti Diam. Anda Saksikan Kejahatan Negara Penjajah, Anda Benar Hurus Lawan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Ilustrasi foto: Tindakan kejahatan negara kolonial Indonesia terhadap warga papua

Oleh : Rudi Wonda

banner 325x300

JAYAPURA, THETPN-PBNEWS.com; Penguasa punya banyak cara untuk membunuh fakta-fakta tentang jahatnya Negara. Misalnya, di Indonesia sudah banyak tragedi pelanggaran HAM, tapi dengan mudah Negara sebut itu masalah perang suku, Agama dan lain sebagainya.

Ya, kita maklumi saja. Seperti yang dikatakan oleh Roky gerung: pembuat HOAX Terbaik adalah Penguasa. Karena, penguasa memiliki seluruh peralatan untuk berbohong. Pemerintah punya intelijen, begitupun data statistik dan media. “Tapi itu faktanya.
Hanya pemerintah yang mampu berbohong secara sempurna.

Selain itu, masalah yang sengaja dirawat secara sistematik itu juga telah menjadi strategi Intelijen. Sehingga tanpa sadar, kita berada didalam konflik horizontal. Sebab, pengalihan Isu atau penggilingan opini harus dilakukan untuk menutupi kejahatan Aparat TNI-POLRI.

DiZaman ini, Kebanyakan masyarakat di Indonesia sangat fanatik terhadap Agama. Masing-masing mempertahankan argumentasi untuk lebih terlihat Mulia. Kondisi Itulah yang dimanfaatkan oleh intelijen untuk Memicu perang saudara.
Itu Fakta.

Ingat ini baik-baik: Konflik berdarah di Palestina itu, akibat dari pada perampasan wilayah kekuasaan secara real politik oleh kolonial Israel. Sebab, kandungan minyak di Yerusalem telah menjadi lahan eksploitasi oleh Kapitalis monopoli atau Imperialis Amerika.

Jadi masalah Antara Israel dan Palestina itu bukan soal Agama, ras, dan lain sebagainya. Tapi itu adalah, masalah Ekonomi-politik atas kepentingan Kolonial Israel dan Imperialis Amerika.

Hari ini, masalah terbesar di Indonesia adalah, keterasingan masyarakat dari Tanah Dimana mereka dilahirkan. Itu Tanah milik masyarakat, bukan milik Negara RI.

Kenapa, Negara’ RI Memaksa masyarakat intan jaya meninggalkan Rumah mereka?

Kenapa, Negara’ RI Memaksa masyarakat Nduga meninggalkan Rumah mereka?

Kenapa, Negara RI Memaksa masyarakat puncak Papua meninggalkan Rumah mereka?

Eeh,, itu Rumah dan Tanah Milik masyarakat setempat. Dari masa ke Masa, Tanah itu milik moyang bangsa Papua dan dihuni oleh Generasi Bangsa Papua. Jadi sangat tidak pantas Negara’ RI melakukan operasi Militer.

Sampai saat inipun, Sebab-akibat kematian Rakyat Papua, Belum pernah dibicarakan. Padahal, Banyak bukti yang dibawa ke pengadilan, tapi mungkin saja konstitusi nya telah diperjual beli.

Negara’ RI harus bertanggung jawab atas segala tindakan Kekerasan dan Pembunuhan terhadap Bangsa Papua. Karena, Sudah jelas Manusia Papua Mati itu ditembak lansung oleh TNI POLRI.

Hari ini, West Papua dan Palestina mempunyai Nasib yang sama. Dan sama-sama sedang memperjuangkan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai Solusi demokratis.

Semangat Perlawanan Rakyat Papua itu lahir dari realita penindasan dan penghisapan. Jadi hari ini, Perlu sadari bahwa musuh Rakyat Papua adalah, Kolonial yang sedang merawat sistem Kapitalis monopoli atau Penjajahan Imperialisme.

Penguasa kolonial dan Imperialis akan Terus mempersempit ruang gerak atau membungkam ruang Demokrasi dengan kekuatan Militer.

Jika anda bertanya, bagaimana kabar Papua,,, ya Papua Tidak baik-baik saja Sejak keberadaan administrasi Pemerintah NKRI.
“Masa Depan Papua telah Rusak dan hancur didalam NKRI”.

Sampai hari ini Rakyat masih terus melakukan perlawanan terhadap Penjajahan. Sebab, Pembunuhan dan perompakan harus dilawan.

Penjajah tidak akan pernah berdamai dengan Rakyat. Maka itu, dialog bukanlah solusi bagi Rakyat Papua. Rakyat Papua Masih berada di posisi yang sama, dimana Rakyat selalu maju digaris depan, garis Perlawanan untuk akhiri penindasan dan penghisapan.

Save_Ndugama
Save_Intan_jaya
Save_Puncak_Papua.
Dukung_Petisi_Rakyat_Papua.
Hidup_Rakyat_Papua_yang_melawan

Penulis adalah aktivis mahasiswa, yang membelah keadilan dan kebenaran Bandung, Jumat, 18, Juni, 2021

Editor : Ibo Meibo

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *