Breaking News
banner 728x250

Mahasiswa Dogiyai Desak Polda Papua, Bebaskan Victor Yeimo Tanpa Syarat

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Mahasiswa Dogiyai nyatakan sikap di depan halaman asrama dogiyai, (ist/foto Sepi S Boma)

banner 325x300

JAYAPURA- THETPN-PBNEWS.com; Mahasiswa/i yang tergabung dalam ‘Forum Komunikasi Pelajar, Mahasiswa Lembah Hijau Kamuu (FK-PMLHK) di Jayapura’ mendesak kepada Polda Papua, segera bebaskan tuan Victor Yeimo, juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tanpa syarat.

“Kami mahasiswa Dogiyai mau menyampaikan kepada Polda Papua, segera bebaskan tuan Victor Yeimo, tanpa syarat. Sebab, dia bukan pelaku rasisme, tetapi dia adalah korban rasisme”. Utasnya

Hal itu ditegaskan Yonatan Dogomo, sekretaris Gerakan mahasiswa (Germas) FK-PMLHK di Jayapura kepada media ini, saat jumpa pers di gedung Asrama Dogiyai Buper, Jayapura, Kamis, (17/6/2021).

Ia menegaskan “kepada polda Papua stop kriminalisasi aktivis KNPB tuan Victor Yeimo dengan pasal yang tak jelas, karna dia bukan provokator seperti tuduhan aparat yang dilakukan”. Tegasnya

Tempat yang sama, Fransiskus Yobe, ketua FK-PMLHK di Jayapura menegaskan, Polda Papua salah menangkap tuan Victor Yeimo. Karena Victor adalah korban rasisme yang kemudian orasi saat aksi demonstrasi di kantor Gubernur Papua, kota Jayapura adalah benar-benar atas desakan dari masa aksi unjuk rasa tersebut.

Jadi, menurutnya, “Apabila Polda Papua mau tangkap harus bersamaan dengan Gubernur Papua, DPRP Papua, ketua MRP, dan ketua KNPI Provinsi Papua. Pasalnya, mereka adalah aktor utama yang dihadiri saat memprotes ujaran kebencian yang menyebut kami orang Papua monyet,” ujarnya.

Awalnya, pelaku rasisme dengan ujaran kebencian orang Papua monyet dihukum hanya 9 bulan, sedangkan korban rasisme tuan Victor Yeimo dihukum dan dikenakan pasal yang tidak jelas. Kami keliru dengan hukum dan undang-undang juga sangat dilucukan negara ini.

“Polda Papua segera bebaskan tuan Victor Yeimo tanpa syarat, juga stop kriminalisasi aktivis Papua pada umumnya,” tegasnya

Terpisa dari itu salah satu mahasiswa, ia menyampaika bahwa, Logikanya, kalau tuan Victor Yeimo ditahan karena aksi rasisme, kenapa Polisi tidak menahan seluruh rakyat papua, termasuk pegawai, pengusaha dan pejabat Papua dll. Pernyataan itu disampaikan oleh Julio Bobi, mahasiswa dogiyai.

“Karena aksi itu murni datang dari seluruh rakyat Papua yang hitam kulitnya dan rambut keriting”. Katanya

Menurunya, Semua yang terlibat dalam aksi rasisme adalah bagian dari korban rasime. Jika mau tamkap tamkaplah kami semua, karena kami semua korban kasus yang dimaksud oleh pihak kepolisian. Jangankan hanya Victor Yeimo saja yang di tangkap.

“jika Victor Yeimo ditahan karena aksi rasisme, pihaknya meminta kepada pihak Kapolda Papua. untuk segera bebaskan tanpa bersyarat” pungkasnya

Pewarta : Sepi S Boma

Editor : Ibo Meibo

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *