banner 728x250

Laporan Kronologis Pembunuhan Sertai Mutilasi Di Timika Dan Tuntutan Keluarga Korban

Avatar photo
banner 120x600

Foto korban tewas ditembak mati oleh intelijen negara Indonesia TNI di timika Papua 2022/Vull/dok The TPNPB News

TIMIKA, THETPN-PBNEWS.COM –Pada hari Senin, 03 Agustus 2022, pukul 15:00 Siang waktu Papua, Irian Nirigi (alm) dan Arnold Lokbere (alm) meninggalkan  dengan menggunakan Toyota Avanza hitam PA1082WR. Pada perjalanan, sopir memintah agar mobil tersebut ganti dengan alasan mobil yang sedang diguanakan hendak dipakai keluarga.

Mobil ini kemudian diparkirkan di SP IV tepat depan Bank BRI dan menggantikan mobil Toyota Astra Calya warna merah tanpa pelat nomor yang belakangan diketahui dengan nomor rangka MHKA6GJ6JKJ115394 yang mana mobil itu dibakar oleh pelaku dengan tujuan upaya menghilangkan jejak kejahatan.

Mobil pertama yang digunakan dan digantikan dengan mobil kedua, hal ini dapat diketahui berdasarkan keterangan seorang sopir yang hengkang menyembut namnya pemilik atau sopir rental mobil Avansa Hitan dengan nomor polisi PA1082WR tersebut.

Selanjutnya setelah mengganti mobil, mereka menjemput Atis Tini (Alm) di Kilo 11 Kampung.

Kadun Jaya sekitar pukul 19:45 malam waktu Papua dan selanjutnya mobil yang menjemput salah satu korban bersama-sama dengan ketiga korban kembali ke area Kampung Kamoro Jaya Distrik Wania SP 1 Timika Papua.

Selanjutnya tidak ada komunikasi sehingga kami keluarga korban membenarkan adanya dugaan pembunuhann terjadi di SP 1 sebagaimamna yang disampaikan pada beberapa media berdasarkan hasil pemeriksanaan dugaan para pelaku.

Sejak hari senin 22 Agustus 2022 keluarga belum menemukan laporan dan atau informasi darimanapun hingga hari dimana menemukan jasat Arnold Lokbere membuat menggegerkan kami keluarga korban.

Sebelumnya keluarga korban belum pernah mendapatkan informasi tujuan perjalanan 4 orang korban pada malam hari hingga meninggalkan rumah pada pukul 19:00 Malam waktu Papua sehingga tujuan perjalanan tersebut belum diketahui.

Namun  demikian, kami keluarga korban tahu bahwa mereka (para korban Mutilasi) merupakan warga sipil dan keberadaan mereka di Timika adalah membelanja barang-barang bangunan dan bawah ke Nduga melalui kapal laut dari Timika ke Nduga.

Pihak keluarga korban belakangan baru kaget dengan adanya pemberitaan melalui media online bahwa salah satu diantara ke empat korban adalah simpatisan KKB (TPNPB) kelompok Egianus Kogoya yang beroperasi di Mimika untuk senpi dan amunisi. Kami keluarga korban merasa informasi tersebut adalah tidak benar (Hoax) dan secara tegas Bapak Bupati Nduga menyampaikan secara tegas bahwa keempat korban adalah benar-benar warga saya dan merupakan warga sipil.

Kami tolak Pemeberitaan di media-media Indonesia, yang mana telah mewartakan bahawa salah satu korban meruakan Simpatisan TPNPB Pimpinan Egianus Kogeya, dan itu tidak benar.

PROSES PENCARIAN KORBAN MUTILASI

Kelurga korban mulai mencurigai dan telah melakukan pelacakan bahwa keempat orang dalam keadaan berbahaya dan pencarian dimulai sejak hari rabu 24 Agustus 2022.

Pada hari rabu tanggal 24 Agustus 2022 keluarga korban melakukan pencarian tanpa menyampaikan informasi atau pemberitahuan umum tentang berita orang hilang kepada publik. Dan pad Hari kamis tanggal 25 Agustus 2022 dilanjutkan pencarian dengan mengecek di Polres, Polsek, kodim Mimika, di RSUD, RSMM Mimika, dan tempat lainnya hingga kontak ke keluarga di Nduga guna memastikan apakah mereka ada di Nduga atau tidak.

Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 26 Agustus 2022 dilanjutkan pencarian hingga pada siang hari sekitar pukul 1:30 Waktu Papua,. Di jembatan lopong diketahui para apparat anggota kepolisian polsek Kuala Kencana bersama masyarakat disekitarnya mengevakuasi Jenazah namun hanya lewati saja.

Beberapa jam kemudian mendapatkan informasi adanya jenaza tergletak di RSUD yang kemudian muncul dugaan bahwa jenaza dimaksud adalah keluarga kami.

Hingga sore hari sebar informasi bahwa jazat dimaksud adalah salah satu dari dari 4 orang warga yang hilang kontak sejak tanggal 22 Agustus 2022 dan untuk memastikan siapa korban dimaksud, langsung melakukan kordinasi dengan Polres Mimika agar diberikan akses guna kepentingan identivikasi melalui ciri fisik oleh keluarga kandung.

Pada malam sekitar pukul 22:30 WIT, Polres memberikan akses dan mengawal langsung sehingga dapat dipastikan bahwa jazad yang tergeletak di kamar mayat RSUD Mimika adalah : Nama Arnold Lokbere. Keesokan hari nya (jumat 26 Agustus 2022) melakukan pencarian oleh keluarga korban dan menemukan satu jasat atas nama Lemaniol Nirigi dengan kondisi tubu yang sangat terpotong- potong hilang.

Selanjutnya pada hari minggu dilanjutkan pencarian oleh keluarga korban dan belum menemukan satupun.

Pada hari senin 29 Agustus 2022, keluarga korban terus melakukan pencarian dan sebagian yang ditempat duka melakukan aksi protes di badan jalan raya Timika pomako.

Pada aksi tersebut merupakan tuntutan keadilan dan respons atas spekulasi media online yang menyampaikan informasi tidak berimbang sesuai dengan kondisi.

Pada aksi protes itu dihadiri Bupati Nduga, Kapolres Nduga, Kapolres Mimika dan jajarannya.

Pada kesempatan tersebut kemudian keluarga korban menyampaikan tuntutan keadilan hukum dan proses hukum yang adil, jujur dan transparan kepada semua pihak sebagaimana yang akan disertakan pada tulisan ini.

 Pada sore hari sekitar pukul 17:00 WIT, keluarga yang sedang melakukan pencarian jasat menemukan mayat ke tigas atas Nama Atis Tini dan disemayamkan di RSUD Mimika.

Pada hari selasa tanggal 30 Agustus 2022, dilanjutkan pencaarian gabungan antara keluarga korban dengan aparat kepolisian, BASARNAS Mimika, pemda dan DPRD, Lemasa dan berbagai pihak untuk menemukan satu jasat yang belum ditemukan hingga sore hari belum ada tanda-tanda penemuan mayat.

Proses pencarian jenasa sejak hari sabtu 27 Agustus 2022 sampai 29 Agutsus 2022 dilakukan oleh keluarga korban dengan peralatan apa adanya dan tidak ada keterlibatan BASARNAS Mimika dan pihak kepolisian guna mencari jasat mulai dari Pomako hingga batas jembatan Lopong Iwaka Timka Papua.

Keluarga korban dengan tegas memberikan penjelasan bahwa pemberitaan bada berbagai media yang seolah-oleh pencarian jenasa sejak hari sabtu 27 Agustus 2022- Selasa 29 Agustus 2022 melibatkan semua pihak sebagaimana narasa di media merupakan pembohongan publik dan hanya upaya menjaga citra kepolisian sebagai intitusi penegak hukum.

BARANG MILIK KORBAN YANG BELUM DITEMUKAN

Berdasarkan keterangan istri dari Irian Nirigi, ada banyak barang –barang berharga bawaan milik korban mutilasi yang tidak ditemukan, padahal semuanya bawa ke Timika saat datang kesini dari Nduga.

Barang-barang dimaksud yang belum bertemu adalah sebagai berikut;

1. Korban Mutilasi atas Nama Irian Nirigi

a. Buku Tabungan Bank Papua KCP Nduga

b. Uang Rp. 520.000.000 (Lima Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) di dalam buku tabungan Bank Papua KCP Nduga

c. E-KTP Milik Almahrum

d. 1 buah HP terdaftar system aplikasi pengelolaan dana desa

e. Kunci kopor yang didalam kopor tersebut berisi keuangan gereja

Data kehilangan barang milik korban dimaskud setekah di cek tempat istirahat sebelum akhirnya dibunuh hanya terdapat alkitab dan noken kecil yang berisi alkitab

2. Korban Mutilasi atas nama Arnold Lokbere

a. 4 buah rekening

b. Rekening Bank Papua KCP Nduga terdapat saldo Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah

 DATA IDENTITAS KORBAN

1. Nama  : Arlod Lokbere

TTL : Tawelma, 08 Maret 1993

Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur  : 29 tahun

Agama : Kristen Protestan

Pekerjaan : Swasta

Alamat : Distrik Kenyam Ibu kota Kabupaten Nduga

2. Nama  : Irian Nirigi

TTL : Timika, 03 April 1984

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Umur : 38 tahun

Agama : Kristen Protestan

Pekerjaan : Kepala Kampung dan Majelis Gereja Filadelfia

Alamat : Belakanh Polsek Distrik Kenyam ibu kota kabupaten Nduga

Gambar 2:2 Usai penyerahan Jazat kpada RSUD Mimka

penyerahan Jazat kpada RSUD Mimka 2022

3. Nama : Lemaniol Nirigi

TTL : Jita 26 Maret 1993

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Umur  : 29 tahun

Agama : Kristen Protestan

Pekerjaan : Belum kerja

Alamat : Distrik Kenyam Ibu kota Kabupaten Nduga

Gambar 1.4 Foto bagian belakang Korban Mutilasi atas nama Lemaniol Nirigi di RSUD pada 27 Agustus 2022

Foto bagian belakang Korban Mutilasi atas nama Lemaniol Nirigi di RSUD pada 27 Agustus 2022

4. Nama : Atis Tini

TTL : 2 Oktomber 1999

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Umur  : 13 tahun

Agama : Kristen Protestan

Pekerjaan : Belum kerja

Alamat : Distrik Kenyam Ibu kota Kabupaten Nduga

TUNTUTAN KELUARGA KORBAN

Pembunuhan secara misterius, tidak manusiawi yang biadap dan tidak berperikemanusiaan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM dan tidak dapat diterima oleh siapapun. Sebab kondisi organ tubuh dimutilasi dengan terpisah-pisah. Kepala dipotong, kaki dipotong, tangan dipotong, masukan dalam karung dilapisi dengan batu berjumlah 7 dan melempar ke sungai. Tirisi lapis baru merupakan upaya hilangkan jejak korban. 

Berikut ini pernyataan sikap keluarga korban atas nama:

1.ARNOLD LOKBERE

2. IRIAN NIRIGi

3. LEMANION NIRIGI

4. ATIS TINI

Menuntut kepada;

1. Presiden Republik Indonesia Bapak Insinyur Presiden Jokowi Dodo

2. Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

3. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa

4. Kapolda Papua

5. Pangdam Cenderawasih XVII

6. Kapolres Mimika

7.  Kepala Badan SAR Kabupaten Mimika

Segera bertanggung jawab atas keempat nyawa korban mutilasi, tidak berperikemanusiaan secara biadap, sistematis dan terstruktur Adalah kerja-kerja TNI, BIN, BAIS, negara kesatuan republik Indonesia. Dan pelakunya adalah TNI, dalam hal ini kesatuan dari Brigif. Pembunuhan ini adalah pelanggan HAM berat dibunuh secara terencana, terukur, terstruktur, berencana dengan niat menghilangkan nyawa dan hilangkan jejak korban.

Hal sebagaimana dimaksud diatas berdasarkan beberapa catatan sebagai unsur pendukung diantaranya;

1. Mobil yang disewa dibakar di Iwaka

2. Tubuh korban dimutilasi atau dipotong-potong dan  diisi dalam karung dan dilapisi dengan batu berjumlah 6-7 buah batu sebagai pemberat dan ditenggelamkan di sungai dan kami keluarga korban telah lihat bahwa itu buktinya ada di rumah sakit. Kami keluarga yang ketemu mayat kedua baru kami tau, mayat pertama kami tidak tau. Karena itu sudah ditangani langsung.

Dengan ini, Menyatakan sikap:

1. Keluarga tidak menerima keempat korban dibunuh secara biadab, tidak berperikemanusiaan;

2. Keempat korban adalah MURNI WARGA SIPIL dan hal ini dibuktikan dari dukungan penyampaian oleh Bapak Bupati Kabupaten Nduga bahwa, keempat warga sipil korban mutilasi adalah warga saya/ warga sipil biasa;

3. Menangkap dan memproses para pelaku seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia;

4.  Mengungkapkan, motif pembunuhan keluarga kami dengan cara yang palin tidak benar. Pembunuhan seperti ini tidak wajar sehingga motif apa itu kami harus tau. Dengan alasan apapun, manusia tidak bisa dibunuh dengan cara-cara keji seperti ini;

5. TNI membunuh rakyat sipil di Papua seperti memburuh hewan, memburuh penjahat atau TERORIS adalah cara yang paling mengerihkan dan dilakukan oleh manusia berkarakter sikopas;

6. Meminta kepada Komnas HAM RI, Komisi I DPR RI yang membidangi keamanan dan pertahanan,  Kontras LBH Pusat dan LBH Papua, Amnesty International, Komisi HAM PBB, segera membentuk tim investigasi Independence guna mengungkapkan kasus pembunuhan dengan cara mutilasi secara biadab, tidak berperikemanusiaan, sadis dan dengan niat menghilangkan jejak korban.

Demikian kronologis dan pernyataan sikap keluarga korban pembunuhan dan mutilasi 4 warga sipil pada 22 Agustus 2022.

Timika, 30 Agustus 2022

1. Aptor Lokbere

2. Juli Gwijangge

3. Latus Nirigi

4. Gilpinus Tini

Catatan Kritis atas nama bangsa Papua oleh Pembela HAM Papua,

Situasi emergensi HAM di Papua Brat

Kasus Pembunuhan dan Mutilasi orang asli Papua oleh Anggota Militer Indonesia dan 3 Orang warga Civil yang merupakan orang Imigran Indonesia di Timika pada tanggal 22 Agustus 2022 adalah Kejahatan Negara terhadap Kemanusiaan, dan kasus ini juga yang paling mengerikan dan memaluhkan.

Ini peristiwa yang sangat merendahkan martabat manusia orang asli Papua, maka kasus ini harus diselesaikan dengan Tuntas.

Oleh karena itu Mendesak Pemerintah Indonesia dibawah Kepemimpinan Presiden Joko Widodo, untuk segera bertanggungjawab. Artinya Presiden Harus Perintahkan Eksekusi Mati kepada Pelaku Kejahatan yang telak bunuh dan Mutilasi 4 Orang Asli Papua yang merupakan Warga Civil, dan Jika pemerintah Indonesia tidak lakukan eksekusi mati terhadap semua Pelaku, maka bangsa Papua akan bangkit dan akan lakukan Pembebalasan dengan cara yang sama.

Dengan demikian, kami harap bahwa kasus Pembunuhan sadis yang disertai mutilasi ini harus menjadi perhatian oleh Masyarakat Internasional dan PBB, karena Indonesia telah dan sedang membohongi Masyarakat internasional dan Negara anggota PBB. Artinya Indonesia melalui menteri luar Negerinya selalu mengatakan di Papua tidak ada Pelanggaran HAM, tapi nyatnya ada dan ini benar biadab.

Dan kasus ini menjerang Bangsa Papua, bukan satu suku Nduga. Oleh karena itu kami seluruh lapisan Rakyat bangsa Papua secara kolektif menuntuk kepada Pemerintah Indonesia dan Mendesak PBB untuk Intervensi Kemanusiaan harus dan segera dilakukan.

Dan perlu ketahui bahwa keluarga korban sudah serahkan kasus ini kepada Rakyat bangsa Papua, bukan kepada keluarga, dan secara resmi keluarga serahkan jenasah-Jenasah Korban Kepada Bangsa Papua untuk dikebumikan oleh Rakyat bangsa Papua, bukan oleh keluarga. Hal ini telah dilakukan karena Pemerintah Indonesia melalui Pasukan Militer mereka telah menyerang dan merendahkan Martabat manusia dari bangsa Papua.

Silakan ikuti himbauan umum dibawah ini…!!!

Himbauan Umum

Kepada Yth

Para aktivis Kemanusiaan dan keadilan di atas tanah Papua  yang diberkati Tuhan.

Ijin sampaikan bahwa,

1.  Keluarga menyerahkan 4 Warga korban Mutilasi  asal Papua kepada Rakyat Papua untuk menuntut keadilan, proses hukum yang bermartabat, mendesak Dunia International dan intervensi komunitas international guna menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM berat ini;

2. Bahwa keluarga korban menyataka 4 korban adalah dibunuh oleh militer yang selama ini membunuh kami sehingga kami menyerahkan kepada rakyat Papua untuk menutut keadilan secara bradab;

3. besok melakukan pembakaran dan hari berikutnya kami kordinasi, konsolidasi, dan aksi dalam beberapa waktu kedepan;

4. hal-hal lain akan disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Sekian penyamapian dan informasi terkait pembahasan terakhir bersama keluarga korban 4 warga mutilasi di Timika. Dan Terima kasih atas dukungan dari semua Pihak untuk menuntut keadilan. 

TPNPB-OPM  mendapat kepercayaan penuh dari Pihak keluarga korban untuk lanjutkan laporan ini kepada semua pihak di seluruh dunia, dan berdasarkan kepercayaan dan madat Rakyat Bangsa Papua maka media TPNPB News memiliki hak untuk melanjutkan laporan ini.

 Oleh karena itu kami sampaikan bahwa laporan ini resmi dari Pihak keluarga Korban, dan The TPNPB News teruskan kepada semua pihak. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama sama yang baik.

Laporan dan Tuntutan Keluarga demi Keadilan….!!!

(VULL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *