banner 728x250

Kontak Tembak Antara TPN-PB dengan TNI Terjadi di Bibida Paniai

Avatar photo
banner 120x600

Foto panglima Angkatan darat kasad Tn Jenderal Okto Jemi Tiup Yogi Dalam Medan Tempuran Rabu 1 Mei 2025

Paniai,- THETPN-PBNEWS.COM — kembali terjadi kontak tembak antara TPN-PB OPM Defacto Kodap IV dibawah komando Otto Jimmy Magay Yogi selaku kepala staf angkatan darat Sorong – Merauke pada Rabu, (1/5/2024) dengan TNI di Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Otto Jimmy Magay Yogi yang dikonfirmasi kepada Thetpn-pbnews.com Vull members Alampa membenarkan bahwa dirinya bersama pasukan mengambil posisi perang di kampung Bibida memiliki satu alasan yakni TNI masuk hingga pelosok meresahkan warga.

“Benar saya duluan yang tembak mereka (TNI). Karena TNI masuk sampai di kampung-kampung padahal TNI tahu di sudut-sudut kami TPN-PB OPM juga ada di sana dan juga menakutkan masyarakat. Untuk apa TNI masuk ke perkampungan,” ujar Otto Jimmy Magay Yogi dibalik selulernya.

Ia meminta TNI jangan masuk ke pelosok-pelosok mencari masalah sebab ketika TNI masuk ke perkampungan, masyarakat sipil akan takut.

“Paniai ini daerah operasi militer, masyarakat trauma dengan kondisi masa lalu. Saya minta TNI jangan masuk ke perkampungan. Mau cari apa masuk ke sana? Ini aneh, kalau masuk, sama saja cari kami,” ujarnya tegas.

Ia meminta TNI harus menjalankan tugas dengan pengamanan di perkotaan saja.

“Tentara jalankan tugas NKRI di perkotaan, sekali lagi jangan masuk ke kampung-kampung. Masuk ke kampung sama saja cari kami,” ucapnya.

Jimmy klaim telah tembak mati dua anggota TNI namun dibantah oleh Perwira Hukum (Pakum) Satgas Yonif 527/BY.

Letnan Dwi S, Perwira Hukum (Pakum) Satgas Yonif 527/BY yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya bakal memberikan informasi lengkapnya setelah dirampungkan namun sejauh ini tak ada anggota TNI kena peluru.

“Informasi lengkapnya akan kami kirimkan pak,” ucapnya.

Untuk situasi terkini, Dwi nyatakan Paniai sudah aman terkendali. “Sudah aman pak,” katanya.

Senada juga disampaikan Kapten lnf Eko Warsito selaku Pasi lntel Kodim 1703/Deiyai. Ia mengatakan, daerah Bibida telah ditempati TPNPB OPM sehingga pihaknya melakukan patroli ke Bibida langsung dihadang dengan senjata dari perbukitan.

“Di bibida memang ada OPM jadi satgas ada kontak tembak dengan OPM. Pada saat TNI Polri melakukan patroli ke distrik Bibida, OPM yang tembak duluan,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak yang beragama Nasrani harus mengimani 10 perintah Tuhan Yesus bahwa jangan membunuh.

“Saya juga agama Nasrani, Tuhan Yesus selalu mengajarkan kita atau muridnya, tidak boleh saling membunuh, ada dalam 10 firman Tuhan,” katanya.

Kepala Distrik Bibida, Kepala Kampung dan Kepala Suku Tidak Diam

Kepala distrik Bibida Yoriz Zonggonau melalui rekaman suara yang dikirim ke group ASN Paniai bilang semua pihak harus bekerjasama untuk menghadiri kontak senjata di Bibida sebab masyarakat sedang mengungsi ke gereja yang berdekatan.

“Mohon dukungan ASN kabupaten Paniai saat siang hari ini situasi di Bibida sedang kontak senjata, masyarakat Bibida sedang mengungsi ke gereja. Semua depan gereja, mohon dukungan dan kerjasama dari pihak-pihak tertentu terutama pengambil kebijakan, mari kita kerja sama atas situasi ini bisa pulih kembali,” kata Yoriz.

Kepala kampung Papato, Agus Gobai yang ditemui wagadei.id di pertigaan Madi mengatakan pihaknya telah mengamankan warga sipil yang berjalan kaki ketika pulang dari Enarotali usai berdagang maupun yang pulang dari kebun. Sehingga situasi terkini boleh dikatakan telah aman.

“Saya pakai pakaian dinas, antar masyarakat Bibida dari Enarotali maunle rumah. Hampir puluhan kali, walaupun rentetan bunyi tembakan tapi saya beranikan diri pakai pakaian dinas dan masyarakat sudah aman,” katanya.

Ia menjelaskan, pada pagi hari sempat mendengar bunyi tembakan hampir puluhan kali. “Memang banyak bunyi tembakan,” ucapnya singkat.

Kepala suku distrik Paniai Timur, Yulianus Yeimo berjalan kaki dari RSUD Paniai, pertigaan Madi, gunung Etenedimi hingga Bibida, ia menyerukan agar masyarakat sipil entah warga pribumi maupun migran tetap waspada namun beraktivitas seperti biasa sebab masalah tersebut tidak diketahui pihaknya.

“Masalah ini kami tidak tahu, saya dari kepala suku menyampaikan bahwa masyarakat sipil jangan takut tapi waspada. Masalah ini kami tidak tahu,” katanya.

Pastor Paroki Salib Suci Madi, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, Pastor Herman Bettu, Pr juga turun langsung ke Bibida sebagai wilayah pelayanannya guna mengamankan situasi. Hal itu terbukti melalui cuplikan video yang sempat beredar di WhatsApp group, masyarakat sampaikan selamat kepada pastor Herman ketika melewati di jalan raya menggunakan sepeda motor”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *