Breaking News
banner 728x250

Konferensi Pers, Memperingati 51  Tahun  Proklamasi Kemerdekaan Bangsa West Papua Dan  Pernyataan Sikap

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kosa, Dormum, Foi-Moi, Tabea mufa, Nayaklak, Wiwao, Amakanie,  Wa…wa…wa…wa…

Memperingati 51 Tahun Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Papua Barat 01 Juli 1971-01 Juli 2022
Proklamasi 01  July 1971 merupakan hari sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Papua Barat yang telah digerakkan oleh para pelopor gerakan sejak tahun 1960-an, hingga kini perjuangan tersebut masih berlanjut ke generasi 2000-an, demi memperjuangkan dan merebut kedaulatan sejati bangsa Papua Barat.yang mana tuntutan dasarnya masih sama yaitu hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis sendiri untuk mendapatkan pengakuan dan perlindungan secara hukum/ konstitusi internasional dalam hal ini perserikatan bangsa-bangsa (PBB) seperti yang tertuang jelas dalam deklarasi universal hak asasi manusia (DUHAM) tentang Hak Sipil dan Hak Politik yang mana pada konstitusi tersebut pula telah diratifikasi kedalam konstitusi Negara Republik Indonesia.

banner 325x300

Seperti juga yang tertuang dalam mukadimah pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang berbunyi; ‘bahwa Kemerdekaan itu ialah Hak Segala Bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’.

melihat dari implementasi tersebut atas papua barat, perundingan antara pemerintah negara republik indonesia bersama pemerintah kerajaan belanda dan amerika serikat, tanpa melibatkan rakyat papua barat justru melahirkan beberapa Kesepakatan dan perjanjian internasional, seperti : proposal bunker 1960, perjanjian new york (New York Agreement)15 Agustus 1962, perjanjian roma (Rome Agreement) 30 September 1962, yang mana dari semua kesepakatan dan perjanjian internasional tersebut justru membicarakan nasib hidup rakyat dan  bangsa papua barat, seakan-akan bangsa papua barat ‘tidak tahu’ memutuskan apa yang baik bagi hidup dan masa depannya. disisi lain, bangsa papua barat sendiri sudah memproklamirkan kemerdekaannya yaitu pada 01 Desember 1961.

Proses dekolonisasi yang dijanjikan oleh pemerintahan kerajaan Belanda sedang berjalan. apalagi, dalam monferensi meja bundar (KMB), sebagai satu-satunya konferensi yang menghasilkan pengakuan kedaulatan indonesia yang ditanda tangani di Den Haag pada 02 November 1949, wilayah papua barat tidak termasuk didalamnya. Secara administrasi papua barat bukanlah bagian dari Hindia Belanda (Dutch East Indies) yang berpusat pemerintahan di Batavia (Jakarta sekarang), melainkan Dutch of New Guinea dengan pusat pemerintahannya di Hollandia (Jayapura sekarang).

sejak 01 Mei 1963, bertepatan dengan berakhirnya masa pemerintahan sementara perserikatan bangsa bangsa (PBB) atau United Nation Temporary Executive of Authority (UNTEA) di papua barat, yang kemudian menyerahkan papua barat kepada pemerintah republik indonesia sebagai negara perwalian yang akan menjalankan amanat seperti yang tertuang jelas dalam isi perjanjian new york, namun pada prakteknya Negara Indonesia justru menempatkan militernya dalam jumlah yang sangat besar di seluruh wilayah tanah papua barat, akibatnya hak-hak sipil dan hak-hak politik manusia papua dilanggar secara tidak wajar dan diperlakukan semena-mena.

Sekertaris Jenderal PBB pada saat itu, sebenarnya sudah mendapatkan laporan terkait terror dan intimidasi yang dilakukan oleh militer indonesia terhadap rakyat bangsa papua barat sebelum PEPERA dilakukan pada 27 Juli-02 agustus 1969, namun tidak menjadi perhatian serius, justru diabaikan oleh PBB. perserikatan bangsa bangsa cenderung lebih mempercayai laporan pemerintah indonesia yang memiliki kepentingan untuk memenangkan PEPERA 1969 yang sangat manipulatif dan rekayasa.

Dengan melihat berbagai macam pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui aparat militernya (TNI-POLRI) sejak diserahkannya kekuasaan atas papua barat oleh PBB kepada pemerintah Indonesia 01 Mei 1963, maka muncullah berbagai macam gerakan perlawanan oleh rakyat papua barat, pertama kali pada tanggal 28 Juli 1965 dengan melahirkan Organisasi pembebasan papua merdeka (OPPM) dimanokwari sebagai organisasi perjuangan kemerdekaan papua barat yang kemudian dikenal dan disingkat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (Tepenal)
Dengan meluasnya Gerakan Perjuangan Kemerdekaan di seluruh tanah papua barat, maka pada tanggal 01 Juli 1971, organisasi papua merdeka memproklamasikan kemerdekaan lapua barat diDesa Waris, Markas Victoria.
Perjalanan Organisasi Papua Merdeka atau TEPENAL juga terbentuknya Tentara pembebasan nasional papua barat (TPNPB) yang melalui KTT OPM-TPN dibiak pada 01-05 Mei 2012, yang sampai saat ini pun masih melakukan aksi-aksi melawan militer negara colonial indonesia.

Dan untuk mempertahnkan garis perjuangan kemerdekaan bangsa papua barat sejak 01 desember 1961. Maka secara konstitusi sayap militer papua barat dibawah komando TPNPB-OPM terus memperjuangkan hak demokratis bagi kemerdekaan rakyat dan bangsa papua barat. meskipun, indonesia mengatakan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), Sampai mengatakan dengan kata OPM adalah Organisasi teroris pada Tahun 2021 ini,dari berbagai organisasi papua merdeka tetap memperjuangkan Hak Kemerdekaan Bangsa West Papua tetap merebut kemerdekaan.

Otsus yang sedang di paksakan di papua, memancing kemarahan rakyat west papua, dilihat dari pemberlakuan otsus jilid satu (1) yang telah gagal di west papua hingga di paksakan untuk menerima otsus jilid dua (2).aksi -aksi demo damai dari kesadaran rakyat papua otsus dan dob  gencar di mana- mana, 122 organisasi sipil,social maupun politik yang tergabung dalam petisi rakyat papua (PRP) melakukan protes perlawanan menuntut cabut otsus, tolak dob dan gelar referendum bagi papua namun dalam penangganan aksinya  di respon degan ganas, pembukamanan ruang demokrasi, refresif, intimidasi dan teror terhadap massa aksi, cabut otsus dan penolakan dob,
dalam beberapa bulan terakhir tanpa melihat aspirasi rakyat papua para elite-elite politik papua  medeklarasikan dob dibeberapa kota degan seenaknya membicarakan dob dan otsus seperti di wamena oleh Befa yigibalom dkk, di timika eltinus omaleng deklarasi provinsi papua tenggah, meki nawipa dkk  serta beberapa kota yang lagi memanas, sisi lain juga pemerinth pusat memaksakan untuk harus terima otsus dan dob sedangkan rakyat papua dari 122 organisasi yang tergabung dalam Petis rakyat papua (PRP) telah menolaknya.

namun,dihadapkan degan intimidasi, teror dan terjadi penangkapan sewenang wenang, selain di papua dan papua barat yang terjadi brutal oleh aparat, di Jakarta juga Alpius wonda massa aksi penolakan dob dan otusus ditahan dan di kriminalisasi degan pasal- pasal karet oleh polda metro jaya, begitu juga mahasiswa papua,dan rakyat papua yang sedang di toror, intimidasi, kriminalisasi diatas tanah papua barat,dengan melihat situasi ham dan demokrasi yang menyengsarakan rakyat papua, yang tercatatan dari sejarah kelam massa lalu hingga kini dan bangsa papua barat yang terus berjuang hingga saat ini meskipun terus di teror, intimidasi, di jarah, serta pembungkaman demi  kepentigan ekonomi dan politik.

adapun Kronologis aksi Kamisan mataram, 30 juni 2022)

pukul 15 : 51 kami tiba dilokasi aksi Kamisan  yaitu, taman budaya kota mataram setelah itu kami melihat banyak intelijen dan TNI-Polri sudah ada sebelumnya dilokasi aksi Kamisan tersebut. Intelijen sekitar 15 orang, tentara sekitar 6 orang  dan polisi sekitar 8 orang.

Pukul: 16.00 kamrad korlap benjoss membukakan aksi Kamisan mataram dengan mengatakan bahwa kami dari komite aksi kamisan mataram kembali mengadakan aksi Kamisan berdasarkan dengan hukum konstitusi negara republik indonesia UUD  1945  dalam pasal 28E ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap orang berhak atas menyampaikan pendapat dimuka umum dengan lisan maupun tulisan. selanjutnya uu no.9 tahun 1998 tentang kebebasan dan hak asasi manusia. atas dasar itu kami dari Komite aksi  kamisan mataram menyampaikan tentang pelanggaran HAM masa lalu dan sekarang yang dipelihara dan dilindungi oleh meliterisme indonesia.

Pukul 16:10 korlap memberikan kesempatan kepada kamrad civil untuk menyampaikan orasi politik.mula-mula kamrad civil menyatakan bahwa rakyat Ntb dan rakyat indonesia pada umumnya perlu mengetahui bahwa aksi Kamisan ini bersifat mengkampanyekan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah indonesia melalui TNI-Polri masa lalu dan sekarang. bagaimana pelanggaran HAM yang lakukan oleh rezim soekarno dan Soeharto,kita bisa lihat pembunuhan munir said thalib tahun 2004,kasus marsinah, kasus biak berdarah tahun 1998,paniai berdarah tahun 2014,wamena berdarah tahun 2003 dan kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya yang negara tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus tersebut.

Selanjutnya kamrad civil  juga menyampaikan bagaimana kolonialisme indonesia dan meliter indonesia membunuh, menangkap, membantai,perkosa dan  menculik rakyat west papua sejak mulai dari rezim presiden soekarno mengeluarkan Trikora atau tri Komando rakyat dialun-alun yogyakarta utara dengan melancarkan operasi militer indonesia besar-besaran di bangsa west papua sampai hari ini.

Pukul 16 :19 korlap ambil alih dan mengatakan bahwa negara indonesia hari-hari ini, dikuasai oleh para  orligaki, kapitalisme dan imperialisme  sehingga penguasa indonesia tidak berpihak kepada rakyat indonesia melainkan penguasa indonesia berpihak kepada para pemodal kapitalisme global yang ada. contoh kongkritnya adalah pemerintah kolonial indonesia bersama TNI-Polri sebagai alat represifitas negara yang merampas tanah-tanah rakyat diwadas, sirkuit mandalika lombok tengah diprovinsi nusa tenggara barat, sembalun lombok timur dan perampasan tanah rakyat diwest papua dengan atas nama pembangunan dan kesejahteraan masyarakat papua.

pukul 16: 23 mulai  terlihat kedatangan  intelijen dan TNI-Polri semakin banyak dan ramai dilokasi aksi kamisan mataram.

Pukul 16: 25 kamrad korlap ben memberikan kesempatan kepada kmarad awan untuk menyampaikan orasi politiknya,maka mulai kamrad awan menyatakan bahwa watak dibalik kekerasan, represif, pembungkaman ruang demokrasi, pembunuhan, rasisme dan diskriminasi adalah intelijen dan TNI-Polri itu sendiri. dan juga  aktor kekerasan seksual terhadap perempuan lebih-lebih dibangsa west papua anak-anak dibawah umur diperkosa oleh TNI-Polri yang berwatak seksual. Kamrad juga menyatakan bahwa TNI-Polri adalah hantu-hantu yang pura-pura melindungi dan mengayomi masyarakat padahal mereka (TNI-Polri) adalah pembunuh dan perkosa rakyat itu sendiri. Kriminalisasi dan rasisme yang dialami oleh rakyat west papua mulai dari tahun 1960-an sampai hari ini tidak lepas dari cengkraman kolonialisme indonesia dan kekejaman meliterisme indonesia itu sendiri.

Pukul 16: 30 kamrad korlap memberikan kesempatan kepada kmarad jenggo untuk menyampaikan orasi politik,kamrad jenggo menyatakan bahwa rasisme dan diskriminasi dipelihara dan dilindungi oleh penguasa kolonial indonesia dan kekejaman dan kejahatan kemanusiaan dilakukan oleh meliterisme indonesia yang berwatak kanibal dan premaisme bukti nyatanya adalah pada tanggal 21 juni 2022,megawati soekarno putri rasisme terhadap rakyat dan bangsa west papua dengan terang-terangan bahwa orang-orang papua itu hitam-hitam tapi sekarang sudah merubah menjadi “kopi susu” dibagian papua pantai dan itu yang kami inginkan penguasa kolonial indonesia.

pukul 16: 39 datanglah seorang tentara indonesia yang bernama Yudia bersama intelijen dan TNI-Polri lainnya  mendekati kawan civil lalu bertanya kalian mau merobek-robek indonesia ya? kalian aksi apa??kalian memecah belah NKRI ya?? Kawan comune mendekati mereka (TNI-Polri) lalu mempertanyakan alasan kenapa mau bubarkan aksi tersebut tapi yudia dan  intelijen bilang  kamu Comune ya?? tangkap-tangkap comune itu oleh TNI YUDIA lalu memegang atau Gorok lehernya kawan  comune dan yudia langsung perintahkan kepada intelijen dan TNI-Polri tangkap  massa aksi kamisan.lalu kami mempertanyakan  kepada mereka  apakah ada surat penangkapan dan atas dasar apa mau menangkap kita pak??

Intelijen indonesia mengorok lehernya kawan korlap ben sambil menendang,menarik dan memukul  dan TNI YUDIA memakai pakaian dinas lengkap melakukan represif terhadap kawan-kawan Nyamuk,kawan Comune,kawan imam, kawan awan dan kawan civil digorok oleh intelijen dan TNI-Polri dengan mengatakan kalian warga negara apa? Kalian WNI atau bukan pengkhianat kalian?? memecah belah NKRI dan kawan-kawan lainnya juga diintimidasi dan diancam oleh intelijen dan TNI-Polri sedemikian rupa.

Kami mempertanyakan apakah negara indonesia adalah negara demokrasi atau bukan?? apakah bapa tidak melanggar hukum konstitusi negara republik indonesia UUD 1945 pasal 28E ayat (3) tentang hak kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum?? apakah tni bisa mengambil tindakan represif terhadap massa aksi??

Kawan Comune ditarik oleh TNI YUDIA dan beberapa intelijen dengan suruh buka baju Kawan Comune gambar Che guevera, minta KTP,tuduhan maling motor memaksa dengan ancaman bilang “NKRI HARGA MATI” oleh intelijen dan TNI-Polri.

Mengancam dan melarang ambil foto dan video bukan hanya  dengan masa aksi kamisan saja tapi juga masyarakat umum mataram yang ambil video dan foto diancam habis-habisan dan dilarang oleh intelijen dan TNI-Polri kami melihat juga bahwa salah satu kawan masyarakat umum dia sedang ambil video dipukul dan suruh hapus dari hp milik pribadinya.

Kawan nyamuk dipukul oleh TNI bernama  YUDIA dengan mengeluarkan rasisme monyet papua,Nyamuk dapat pukulan dari yudia dan intelijen lebih dari 6 kali dengan ancaman kami membangun papua,kami sejahterakan  orang papua,kami membiayai orang papua dan kami juga sudah lama tinggal dipapua kalian jangan cobek-cobek NKRI. Jangan aksi di kota mataram tentang papua ini, ini ditanah lombok bukan tanah papua.intelijen dan preman datang ke nyamuk lalu monyet papua nanti kita bunuh kau,kalian  jangan aksi didaerah kami,kamu itu pendatang oleh intelijen dan TNI-Polri.

Intelijen dan TNI-Polri merampas sepatu kawan Nyamuk, buku-buku kawan nyamuk antara lain adalah; 1).buku tentang kami bukan bangsa teroris. 2).tentang nasionalisme bangsa papua barat.3).tentang materialisme dialektika dan historis (MDH) dan 4).tentang  seni dan politik pemberontakan dan spanduk 1 langsung dirobek oleh meliterisme indonesia.

lebih dari satu jam introgasi dengan pertanyaan kanak-kanakan dan konyol seperti kamu dibiayai oleh siapa?? Kamu tinggal dimana? asal suku dari mana? mana KTP kamu?? Kamu mendukung teroris kan? umur kamu  berapa?? Kamu mabuk ya oleh TNI YUDIA??  agama kamu apa?? atau kamu atheis ??Kasih rokok satu bungkus dan kasih minuman tapi kawan Nyamuk tidak ambil. Suruh NKRI harga mati, suruh minta maaf sama tni yudia dengan tuduhan sudah pukul yudia padahal dialah yang pukul kawan nyamuk dan melakukan rasis dengan monyet papua. larang jangan aksi dikota mataram hari ini dan seterusnya karena ini bukan tanah papua. diipaksakan mengatakan berjanji tidak akan  aksi lagi dikota mataram oleh TNI yudia.

preman ancaman nyamuk melancarkan aksi pemukulan dan rasis monyet papua malah tni yudia mendukung mereka dengan alasan ini negara  demokrasi maka mereka punya hak untuk mengeluarkan pendapat rasis, memukul kamu,iya ini demokrasi kata tni yudia.

Tni yudia juga telpon polda Ntb untuk membawa kami kekantor polisi tapi polda Ntb tidak memperbolehkan membawa  kami  kekantor  polisi dan kami juga menawarkan untuk introgasi diKantor polisi tapi rupanya intelijen dan TNI-Polri tidak gunakan otak tapi mereka gunakan adalah otot represif yang berkelebihan tanpa dasar hukum yang jelas.

Kawan-kawan lain juga diancam dan diintimidasi  dengan hal yang sama oleh intelijen dan TNI-Polri berwatak represif,rasisme dan diskriminatif.

perkiraan keseluruhan intelijen dan TNI-Polri serta preman hampir 50-60-an orang  tidak seimbang dengan massa aksi kamisan hanya 7 orang saja.

apapun massa aksi kamisan yang dapat pukul dan intimidasi adalah :
1.comune diintimidasi,suruh baju,suruh bilang NKRI harga mati dengan ancaman.
2.civil digorok dan dipukul pugung.
3.benjoss digorok, ditendang,dimenyerek dan menarik sambil memukul.
4.nyamuk dipukul dikepala belakang dan menendang diperut oleh Tni yudia dan intelijen serta preman.
5.awan dipukul diperut
6.kmarad dapat pukul dimuka

perampasan barang-barang antara lain adalah:
1.4 buku
a.seni dan politik pemberontakan
b.kami bukan bangsa teroris
c.materialisme dialektika dan historis (MDH)
d.nasionalisme bangsa papua barat.
2.sepatu 1

maka dari itu, bertepatan dengan peringatan hari Proklamasi kemedekaan west papua yang ke- 51 tahun tersebut, Kami Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-kk) Lombok  dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Menyatakan sikap serta menuntut :

1).Negara Republik Indonesia harus mengakui bahwa TPN-PB/ TPN-OPM adalah pejuang Kemerdekaan bangsa west papua, bukan Kelompok atau Pelaku Kriminal Bersenjata, Organisasi teroris seperti yang selalu diberitakan.

2).mengutuk keras intelijen dan TNI-Polri dibawah pimpinan YUDIA yang melakukan represif, pemukulan, rasisme, pembungkaman ruang demokrasi terhadap massa aksi kamisan mataram.

3).segera adili dan copot dari  jabatan jenderal tni yudia yang melakukan represif dan pembungkaman ruang demokrasi aksi Kamisan mataram tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya,demi hukum dan keadilan.

4).Segera Tarik Militer (TNI-POLRI) Organik dan non-Organik dari seluruh tanah Air bangsa papua barat.

5).segera hentikan dan tutup seluruh aktivitas eksploitasi Sumber Daya Alam Rakyat Papua oleh perusahan-perusahan Multi Nasional Company (MNC) milik negara-negara Imperialis, seperti; PT.Freeport, BP-LNG Tangguh, Medco, Corindo dan lain-lain dari seluruh tanah Papua Barat.

6).Tni yudia segera bertanggung jawab atas tindakan represif dan pembungkaman ruang demokrasi serta perampasan barang-barang tanpa surat perintah menyitaan barang-barang milik orang lain.

7).Segera buka seluas-luasnya akses jurnalis lokal, nasional dan internasional ketanah papua.

8).Bebaskan Viktor Yeimo, Alpius wonda dan seluruh tahanan politik  west papua.

9).Pemerintah Jakarta pusat dan elite-elit politik papua, befa jigibalom, eltinus omaleng, meki nawipa, ham pagawak, lenis kogoya dan semua elit politik stop membahas otsus tanpa sepegetahuan rakyat papua

10).Cabut omnibus

11).segera kembalikan barang-barang yang dirampas & dimaling oleh intelijen dan TNI-Polri berupa  spanduk satu,sepatu satu dan empat buku yang  berjudul:1).tentang kami bukan bangsa teroris. 2).tentang nasionalisme bangsa papua barat.3).tentang materialisme dialektika dan historis (MDH) dan 4).tentang  seni dan politik pemberontakan.

12).hentikan kekerasan dan represifitas militer indonesia terhadap gerakan aliansi mahasiswa papua kk lombok dan kawan-kawan front rakyat indonesia untuk west papua (FRI-WP).

13.cubut otsus jilid ll, tolak dob dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West papua sebagai solusi demokratis bagi rakyat dan bangsa west papua.

14).memberikan sanksi kepada para dosen-dosen universitas se-NTB yang melakukan seksual terhadap 10 mahasiswa.

Demikian pernyataan sikap ini, Kami menyerukan kepada seluruh rakyat dan  bangsa papua barat dan rakyat indonesia,agar segera bersatu dan berjuang merebut cita-cita sejati yaitu pembebasan manusia dan tanah air papua barat dari cengkeraman colonial Indonesia.atas perhatian dan dukungan seluruh rakyat papua barat dan solidaritas rakyat indonesia, kami ucapkan terimakasih.

Medan Juang, 01 Juli 2022

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional papua barat!!.

Salam Pembebasan Nasional!!..

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-kk) Lombok dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) kk- Lombok

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *