banner 728x250

Kejati Papua Takut: Gagal Hukum NKRI, Sidang Dilakukan Secara Tersembunyi

Avatar photo
banner 120x600

Delapan Mahasiswa Jayapura Kibarkan Bendera Bintang Kejora Di Gor Waringgi Jayapura (ist)

JAYAPURA, THETPN-PNNEWS.Com- Kejati Papua Takut Gagal Hukum NKRI, Sidang Dilakukan Secara Tersembunyi (Minggu, 22 Mei 2022)

Semua Pihak Mesti Mendesak Kejaksaan Tinggi Papua Melakukan Sidang Secara Terbuka terhadap 8 Mahasiswa Tahanan Politik West Papua, pengibar bendera Bintang Fajar di GOR Cenderawasih, Jayapura, 01 Desember 2021 hubungi melalui seluler Kepada media ini

Sidang Pertama 8 Mahasiswa Tahanan Politik West Papua Dilakukan Secara Tersembunyi
pada hari Selasa, 17 Mei 202.

Sidang ke 2 akan dilanjutkan pada, Selasa, 24 Mei 2022 dengan Agenda Eksepsi.

Apakah Sidang ke 2 ini akan dilakukan sama seperti pada sidang pertama, 17 Mei 2022. Jika sama seperti sidang pertama, maka itu menandakan bahwa sebenarnya Kejati Papua sedang ketakutan.

Kejati Papua menunjukkan bahwa ia tidak mampu berhadapan dengan fakta-fakta hukum dan sedang menyembunyikan kebusukan NKRI yang telah dan sedang mengkriminalisasi 8 Mahasiswa Papua dengan menggunakan pasal MAKAR.

Jika benar, fakta hukum NKRI di West Papua, maka mari buktikan. Lakukan sidang 8 tahanan Politik Mahasiswa Papua secara terbuka di Pengadilan. Jangan sembunyi-sembunyi, seperti yang dilakukan pada sidang pertama, Selasa 17 Mei 2022.

Kejati Papua harus terbuka dalam melakukan proses persidangan.

Nama-Nama 8 Mahasiswa Tahanan Politik West Papua adalah Sebagai berikut;

  1. Malvin Yobe
  2. Melvin Waine
  3. Zode Hilapok
  4. Maksi Youw
  5. Ernesto Matuan
  6. Ambrosius Elopere
  7. Devio Tekege
  8. Luis Kitok Uropmabin

Kronologis Sidang Pertama, Selasa 17 Mei 2022, dengan Agenda Pembacaan Dakwaan.

Pukul, 16.00,
7 Tahanan dipanggil ke ruang khusus di Lembaga Pemasyarakatan Abepura. Di ruang khusus tersebut mereka mengikuti sidang pembacaan dakwaan yang dilakukan secara virtual. Sedangkan Zode Hilapok mengikutinya dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II, Jayapura. Agenda sidang adalah Pembacaan dakwaan.

a. Pembacaan Biodata dari Masing-masing Tahanan Politik
b. Pembacaan Kronologis Aksi 1 Desember 2021
c. Pembacaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

Pukul. 16.00-17.00
Setelah Pembacaan BAP. Sidang diskorsing sebanyak dua kali. Skorsing terjadi karena dua alasan, yaitu;

  1. Hakim hendak mengembalikan berkas perkara kepada kejaksaan. Terjadi tolak-menolak antara Hakim dan Jaksa terkait berkas perkara.
  2. Zode Hilapok yang sedang dalam keadaan sakit. Hakim dan Jaksa kesulitan memutuskan apakah Zode Hilapok disidangkan atau tidak.

Setelah mengalami Skorsing sebanyak dua kali, sidang dilanjutkan dengan agenda yang sama.

Sekitar Pukul, 18.00
Sidang dengan agenda Pembacaan Dakwaan selesai.

Untuk selanjutnya, Sidang ke 2 akan dilanjutkan pada, Selasa, 24 Mei 2022 dengan Agenda Eksepsi.

Keterangan Tambahan:

  1. Jaksa hendak mengembalikan berkas perkara kepada hakim. Terjadi perdebatan, sehingga sidang diskorsing. Terkesan di sini, Jaksa Memaksa Hakim untuk melanjutkan Sidang Perkara Politik 8 Mahasiswa Tahanan Politik West Papua.
  2. Terkait dengan kondisi kesehatan Zode Hilapok, kemungkinan berkas perkara Zode Hilapok tidak dilanjutkan.
  3. Sidang dilakukan secara virtual, tanpa alasan yang jelas.
  4. Sidang dilakukan pada sore hari, jam 16.00 -18.00 waktu Papua (jam 4 sore sampai jam 6 sore)
  5. Ruangan Sidang di LP Abe sangat sempit dan kurang nyaman bagi 7 orang tahanan politik. Karena ruang sempit sehingga terasa panas.
  6. Terkesan Kejaksaan Tinggi Kejati (Kejati) Papua “mendiamkan/menyembunyikan” proses persidangan terhadap 8 Mahasiswa Tahanan Politik West Papua
  7. Sidang secara virtual berlangsung di tempat yang berbeda-beda.

Semua pihak mesti mendesak Kejati Papua untuk melakukan sidang ke 2, akan laksanakan Selasa 24 Mei 2022 secara terbuka di Pengadilan Tinggi Papua, Jayapura. Mohon Advokasi dan Pantauan

Pelapor : Chris Dogopia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *