Breaking News
banner 728x250

Kampus USTJ Kibarkan Bendera Bintang Kejora Polisi menembakkan gas air mata di dalam kampus USTJ menembakkan gas air mata di dalam kampus

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

tujuh mahasiswa berorasi dan mengibarkan bendera Bintang Kejora dalam aksi peringatan 22 tahun terbunuhnya Ketua Presidium Dewan Papua Theys Hiyo Eluay di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Kampus Kota Jayapura, Kamis (10/11/2022). -ist my

Jayapura, Thetpn-pbnews.com – Polisi membubarkan peringatan 22 tahun pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua Theys Hiyo Eluay yang digelar mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi (USTJ) Jayapura di Kota Jayapura pada Kamis, 10 November 2022.

banner 325x300


Polisi menembakkan gas air mata, memukuli mahasiswa, serta menangkap sejumlah mahasiswa yang berorasi dan mengibarkan bendera Bintang Kejora kampus USTJ.

Wakil Rektor III USTJ Isak Rumbarar mengatakan, dadanya ditendang oleh polisi. Saat itu, Rumbarar sedang berusaha mencegah bentrok antara mahasiswa dan polisi. Rumbarar mengatakan polisi menembakkan gas air mata ke arah para mahasiswa.

“Pasukan keamanan datang dengan senjata lengkap. Lebih banyak kekuatan memasuki kampus dan itu hanya membuat mahasiswa marah. Polisi mengeluarkan tembakan peringatan dan menembakkan gas air mata ke arah para mahasiswa dan mereka bubar,” kata Rumbarar.

Rumbarar mengatakan dia telah mendengarkan pidato yang disampaikan oleh para siswa pada peringatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa tersebut berbicara tentang pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua. Mahasiswa juga menyatakan menolak upaya dialog yang digagas Komnas HAM.

Rumbarar mengatakan, berbagai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa USTJ telah dilakukan, namun tidak pernah sekalipun terjadi pembubaran dengan kekerasan oleh polisi seperti yang terjadi pada Kamis kemarin. “Di kampus ini sering ada aksi unjuk rasa tapi tidak seperti hari ini,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa USTJ bisa kembali ke kelas pada hari Jumat. Ia juga akan mengurus tujuh mahasiswa yang ditangkap polisi.

“Saya akan ke kantor polisi untuk memberikan klarifikasi kepada mahasiswa yang dibawa polisi,” ujarnya.

Kepala Seksi Operasi Polres Jayapura Ajun. Kom. MBY Hanafi mengatakan penggunaan gas air mata dalam pembubaran peringatan 22 tahun pembunuhan Theys Hiyo Eluay sudah sesuai prosedur.

“Aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa dan itu sudah sesuai SOP,” kata Hanafi kepada media ini dari kampus, Kamis.

Hanafi mengatakan, mereka juga menangkap sembilan mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. Mereka ditangkap setelah mengibarkan dua bendera Bintang Kejora dan menyampaikan pidato politik. Hanafi menegaskan, pengibaran bendera bintang kejora dilarang oleh negara. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *