banner 728x250

Jenderal Tadius Yogi: Bangsa Indonesia Tidak Punya Tanah Atau Dusun Di Tanah Papua Barat

Avatar photo
banner 120x600

Foto Saat pengibaran Bendera Bintang Kejora/ Morning Star flag


Totio -Thetpn-pbnews.Com – Dalam meresponi definisi ini, Pendeta Dr. Benny Giay memberikan komentar tentang pernyataan Jenderal Tadius Yogi. Jenderal Yogi pernah menyatakan dan juga mempertanyakan kepada bangsa kolonial modern Indonesia, sebagai berikut:

“Bangsa Indonesia tunjukkan kepada saya Tanah dan Dusun mereka di Tanah ini. Di mana Tanah dan Dusun mereka? Di mana bekas kebun mereka dan tanda membuat honai di Tanah ini? Apakah ada tanda-tanda dan bukti-bukti warisan leluhur orang-orang Indonesia? Di sini terbukti, bangsa Indonesia tidak punya Tanah dan Dusun. Papua ini Tanah dan Dusun milik sah orang asli Papua.”

Di sini, di Tanah Papua Barat, Tanah Melanesia ini, ada hidup orang-orang berkulit hitam, rambut keriting ribuan tahun sebelum orang asing Indonesia sebagai bangsa kolonial modern datang menduduki dan menjajah kami. Pendudukan dan penjajahan bangsa kolonial modern Indonesia dimulai 1 Mei 1963.

Bangsa Indonesia merampas, merampok dan mencuri  Tanah dan Dusun OAP dengan moncong senjata. Selain moncong senjata bangsa asing kolonial Indonesia memproduksi teroris. Semua mitos ini menjadi mesin dan senjata penakluk dan pembungkam serta pembunuh Orang Asli Papua yang berdiri atas hak hidup, hak Tanah/Dusun dan hak politik.

kami (TNI) tidak melakukan operasi-operasi Tempur, Teritorial dan Wibawa sebelum dan paska pelaksanaan Pepera dari tahun 1965-1969, maka saya yakin Pepera 1969 di Irian Barat dapat dimenangkan oleh kelompok Pro Papua Merdeka” (lihat: Yoman, Jejak Kekerasan Negara dan Militerisme di Tanah Papua, 2021:151).

Barat kala itu.” (Sumber: Dikutip dari Surat Terbuka Dewan Gereja Papua Kepada Presiden Joko Widodo Selalu Panglima Tertinggi TNI/Polri, 7 Oktober 2020: lihat dalam buku: Jejak Kekerasan Negara Dan Militerisme Di Tanah Papua: Yoman, 2021:177).

Situasi pelanggaran berat HAM sejak 1 Mei 1963 yang menyebabkan pemusnahan orang asli Papua sekarang ini bisa membatalkan atau menggagalkan Resolusi PBB 2054 tentang Papua.

Perjanjian New York 15 Agustus 1962, Pepera 1969, Resolusi PBB 2054 dibuat oleh bangsa-bangsa kolonial asing, yaitu Indonesia, Belanda, Amerika dan juga PBB. Di sini, letak titik kelemahan bangsa Indonesia dan sebaliknya kekuatan rakyat dan bangsa Papua untuk menggugat Indonesia dan untuk membatalkan semua sejarah palsu dan konspirasi politik yang jahat ini.

Ingat, sadarlah, bangunlah, bersatulah untuk berjuang demi bangsa Papua Barat. Penguasa kolonial moderen Indonesia  yang kriminal dan rasis ini akan runtuh atau hancur hanya dengan satu jalan bermartabat dan damai, yaitu mendidik generasi muda Indonesia dengan MENULIS tentang kekejaman Negara terhadap orang asli Papua sejak 1 Mei 1963 sampai  saat sekarang tahun 2023.

Mari, TULIS, TULIS, TULIS,  dan TULIS, karena mayoritas rakyat Indonesia belum tahu tentang sejarah gelap dan tragedi kemanusiaan di Papua selama lebih dari lima dekade. Biarkan pejabat dan OAP yang lain telah kehilangan martabatnya kemanusiaan dan menjadi sama seperti binatang yang ditusuk moncongnya dan dikendalikan orang lain.

Sejarah membuktikan, bahwa sebuah kekuasaan pemerintahan yang dibangun atas dasar kejahatan, kekerasan dan kebohongan, ia tidak pernah bertahan lama. Ia selalu runtuh hancur-berantakan dan tinggal dalam kenangan sejarah. Apakah Indonesia akan bernasib begitu ke depan?

Kita  bekerja dari tempat kita masing-masinh untuk mengubah cara berpikir dan watak bangsa Indonesia. Supaya ke depan bangsa Indonesia dan bangsa West Papua duduk berdampingan sebagai dua bangsa yang merdeka dan berdaulat. Mari, kita mengubah cara berpikir mereka dengan menulis kebenaran-kebenaran, fakta-fakta yang kita lihat, tahu dan miliki.

Kita berjuang dan bekerja bukan untuk menang, tetapi kita berjuang dan bekerja untuk mengubah perilaku dan watak para penguasa yang KELIRU, SALAH, yaitu: RASIS terhadap bangsa Melanesia selama 58 tahun sejak tahun 1961. Supaya kita menang bersama untuk hidup setara dan harmonis dalam spirit kemanusiaan sebagai dua bangsa yang merdeka dan berdaulat, Indonesia – West Papua. (*)

Admin : Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *