banner 728x250

Hendropriyono Takut Saksikan OPM Gerilya dan Diplomatik Bersatu

Avatar photo
banner 120x600

Foto: Hendropriyono, mantan kepala BIN dan professor filsafat dalam ilmu intelijen pertama di dunia (tersedia).

TOTIO, The TPNPB News.com — Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Hendropriyono merasa takut ketika menyaksikan OPM di Papua bersatu dengan OPM Diplomatik luar negeri.

Menurutnya, untuk membendung gerakan Papua Merdeka, maka pemerintah Indonesia harus melakukan pemekaran di seluruh tanah Papua.

“Iya harus dilakukan pemekaran supaya seluruh pos-pos di tanah Papua dapat disi militer dan Polisi. Ini juga akan mempersempit ruang gerak OPM di hutan maupun dalam kota,” katanya.

Selain itu, dia juga sepakat apabila pemerintah Indonesia memindahkan 2 juta penduduk asli Papua ke Manado dan sebaliknya.

“Iya dengan begitu OAP akan menjadi minoritas dan musnah di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Dalam wawancara langsung dengan detik.com melalui saluran channelnya, Hendropriyono menyatakan OPM, negara federal dan pemerintah daerah Papua bersama seluruh rakyat di Papua salah persepsi tentang hal tersebut. Menurutnya, pemerintah Indonesia membangun tanah Papua dengan hati, tetapi dana-dana yang selalu dikucurkan dari pusat salah digunakan oleh pemerintah daerah Papua.

“Kalau kepala pemerintahnya orang (non Papua) iya itu jauh lebih baik dan mereka akan berseru bahwa pemerintah Papua dan Papua Barat setia kepada NKRI, setia kepada Pancasila dan setia kepada Republik Indonesia. Saya pernah ngomong soal itu tapi saya malah dibully.

Editor: Amoye A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *