banner 728x250

H.A. Hendropriyono Menghina, Melecehkan Dan Merendahkan Martabat Orang Manado Dan Orang PAPUA

Avatar photo
banner 120x600

Jenderal (Purn) TNI Prof. Dr. Ir. Drs. H.Abdullah Mahmud Hendropriyono, S.T., S.H. S.E., S.I.P., M.B.A., M.A., M.H., lebih dikenal A.M. Hendropriyono adalah salah satu tokoh intelijen dan militer Indonesia.



Oleh : Gembala Dr. Socratez S. Yoman,MA

TOTIO,THETPN-PBNEWS.Com–Abdullah Mahmud Hendropriyono dengan terbuka melecehkan, menghina dan merendahkan martabat dan harga diri orang Manado dan orang Papua.

Hendropriyono dengan semangat rasisme dan fasisme semaunya sendiri mau mengatur manusia Manado dan Manusia Papua.

Dalam pandangannya orang-orang Manado dan orang-orang Papua bukan manusia dan berada dibawah ketiaknya atau dibawah sepatu larznya dan dengan seenak perut mau mengatur dan pindahkan atau transmigraskan orang Manado ke Papua dan orang Papua ke Manado “waras”.

Abdullah Mahmud Hendropriyono juga menjelaskan dan mengakui secara terbuka bahwa pemekaran kabupaten dan provinsi di seluruh Tanah Papua dari Sorong-Merauke selama ini adalah tujuan untuk meredam pemberontakan dan perjuangan politik rakyat dan bangsa Papua Barat untuk merdeka.

Komunikasi politik Abdullah Mahmud Hendropriyono di didepan publik telah membutikan bahwa pemerintah Indonesia sejak 1 Mei 1963 mempunyai niat buruk dan jahat untuk menghilangkan, meniadakan dan memusnahkan penduduk asli Papua, pemilik Tanah Papua dengan mengirimkan orang-orang luar dalam bentuk program transmigrasi dan pemekatan kabupaten dan provinsi di Papua.

Pemekaran provinsi boneka di Papua untuk kepentingan meredam perjuangan rakyat dan bangsa Papua Barat untuk penentuan nasib sendiri.

Apakah pemekaran provinsi dengan murni tujuan politik ini pendekatan yang tepat dan efektif?

Jawabannya: TIDAK

Walaupun menurut Abdullah Mahmud Hendropriyono melecahkan, menghina, merendahkan kami berjumlah tidak lebih dari 2 juta orang:

“KAMI MASIH HIDUP DAN ADA DI ATAS TANAH LUHUR KAMI.”

Kami ingatkan pak Abdullah Mahmud Hendropriyono, penguasa Indinesia berwatak kolonial, barbar, kruminal, rasis, fasis, pencuri, perampok, penjarah, pembunuh, TIDAK akan menghilangkan kami dari atas TANAH leluhur kami.

Karena mata TUHAN sedang tertuju kepada semua orang yang berniat baik untuk sesamanya maupun berniat buruk.

Penulis mengutip penyataan Abdullah Mahmud Hendropriyono, sebagai berikut:

“Kalau dulu ada pemikiran sampai 7 provinsi. Yang diketengahkan selalu syarat-syarat untuk suatu provinsi. Yah, ini bukan syarat suatu provinsi, syarat*.

Porter : An,Dy
Editor : Vullmembers Alampa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *