banner 728x250

Empat Warga Sipil di Maybrat Disiksa Aparat Gabungan

Avatar photo
banner 120x600

Dua dari keempat warga sipil yang dianiaya secara sadis oleh aparat gabungan. (fb).

TOTIO, The TPN-PBNews.com — Empat warga sipil di Kampung Aisa, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Mabrat, Papua Barat dipukul dan dan dianiaya secara sadis oleh aparat gabungan pada Senin (16/11/2021).

Menanggapi insiden tersebut, Panglima Tertinggi TPNPB Sorong-Samarai, Brigjen Infanteri Demianus Magay Yogi mengatakan militer Indonesia selalu melanggar hukum humaniter internasional. Setiap hari panen darah rakyat Papua.

“Setiap saat rakyat Papua selalu mengalami diskriminasi dan penyiksaan dari hari ke hari,” kata Yogi.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) KNPB Wilayah Maybrat, Rudilof Fatem menjelaskan kejadian bermula dari keempat korban yang baru saja dari tempat pengungsian menggunakan mobil Hilux untuk menjemput masyarakat.

Untuk menjemput masyarakat di pengungsian, kata Rudilof, “mereka (korban) sudah mendapat surat ijin dari Polsek dan Danramil Aifat.”

“Keempat orang tersebut dari pengungsian menggunakan mobil Hilux menuju Kumurkek, ibu kota Kabupaten Maybrat. Mereka telah mendapatkan surat ijin dari Polsek dan Danramil Aifat untuk menjemput masyarakat pengungsian di Aifat Timur,” kata Rudilof Fatem.

Ketika dalam perjalanan, kata dia, “aparat gabungan malah menghadang atau membatasi perjalanan mereka dan melakukan pemukulan.”

“Tujuan mereka itu menjemput anaknya, keluarga dan masyarakat lain yang sedang sakit di tempat pengungsian untuk bisa dicari bantuan medis di Maybrat. Tetapi yang terjadi itu aparat gabungan malah menghadang dan membatasi perjalanan mereka dan melakukan intimidasi dan pemukulan terhadap mereka,” ungkapnya.

Dia menegaskan, keempat korban menjalankan tugas atas nama keselamatan atau nyawa manusia, sehingga tidak bisa dibatasi oleh siapapun*.(VULL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *