banner 728x250

DOB ADALAH DAERAH OPERASI MILITER (DOM) WAJAH BARU DI TANAH PAPUA

Avatar photo
banner 120x600

Artikel, “Saya tidak takut pada 1 ( satu ) Batalyon tentara.Tetapi saya paling takut satu buah pena” (Napoleon Bonaparte Pemimpin Revolusi Perancis)

Oleh Gembala DR. A.G. Socratez Yoman,MA

Daerah Otonomi Baru Boneka Indonesia di Tanah Papua (DOB) adalah wujud wajah modern dari Daerah Operasi Militer (DOM). Dengan kata lain, DOB adalah DOM atau REMILITERISASI.

Pada 27 Juli 2022, Dewan Pimpinan Wilayah Timur Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Se-Indonesia (DPW-AMPTPI) menyelenggarkan Seminar dengan Tema:

“PEMEKARAN/DAERAH OTONOMI BARU UNTUK SIAPA?

Jawaban saya atas pertanyaan ini sebagai berikut:

(1)  DOB Boneka Indonesia 100% bukan untuk Penduduk Orang Asli Papua.
Karena, Jenderal (Purn) TNI Prof. Dr. Ir. Drs. H.Abdullah Mahmud Hendropriyono, S.T., S.H. S.E., S.I.P., M.B.A., M.A., M.H., dan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs.  H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D.,  mengatakan: DOB itu kepentingan militer, intelijen, politik untuk meredam pergerakan Papua Barat merdeka. Pindahkan orang Papua 2 juta ke Manado dan orang-orang Manado dipindahkan ke Papua, supaya orang asli Papua segera punah.

(2) DOB Boneka Indonesia  itu  Rumahnya untuk militer/polisi Indonesia dan migran atau orang-orang pendatang. Karena Papua digabungkan  atau diintegrasikan ke dalam wilayah orang-orang Melayu Indonesia dengan moncong senjata melalui Pepera 1969  cacat hukum dan moral  dan tidak memenuhi syarat-syarat Perjanjian New York 15 Agustus 1962. Peristiwa Pepera 1969 itu lebih  populer dengan “penuh darah dan air mata dan penderitaan” dipihak orang asli Papua.

Keterlibatan Militer Indonesia juga diakui oleh Sintong Panjaitan dalam bukunya: Perjalanan Seorang Prajurit Peran Komando:

“Seandainya kami (TNI) tidak melakukan operasi Tempur, Teritorial, Wibawa sebelum Pepera 1969, pelaksanaan Pepera di Irian Barat dapat dimenangkan oleh kelompok Papua Merdeka.” (2009:hal.169).

Dari fakta-fakta kekejaman dan kejahatan ini, Amiruddin menggambarkan ini dengan sangat tepat, sebagai berikut:

“Kehadiran dan sepak terjang ABRI yang kerap melakukan kekerasan di Papua kemudian melahirkan satu sikap yang khas di Papua, yaitu Indonesia diasosiasikan dengan kekerasan. Untuk keluar dari kekerasan, orang-orang Papua mulai membangun identitas Papua sebagai reaksi untuk menentang kekerasan yang dilakukan oleh para anggota ABRI yang menjadi repesentasi Indonesia bertahun-tahun di Papua.”

” …Orang-orang Papua secara perlahan, baik elit maupun jelata juga mulai mengenal Indonesia dalam arti sesungguhnya. Singkatnya, ABRI adalah Indonesia, Indonesia adalah ABRI.” (hal. 43).

(3)  DOB Boneka Indonesia  itu mesin pembunuh atau senjata pemusnah  penduduk orang asli Papua dengan cara membisu yang paling efektif tanpa resiko tekanan komunitas global. Artinya,  mesin atau senjata proses genocide penduduk asli Papua secara KONSTITUSIONAL LEGAL, sistematis, terstruktur, terpogram, meluas, masif, kolektif dan terintegrasi.  Ini kejahatan Negara terbesar atas nama pemerataan pembangunann dan kesejahteraan palsu.

(4) DOB Boneka Indonesia itu Operasi Militer gaya baru atau metode modern atas nama kepalsuan atau bertopeng pembangunan bias pendatang atau orang-orang migran/asing dari Indonesia.

(5) DOB itu transmigrasi gaya baru atau transmigrasi modern untuk menyingkirkan atau memarginalkan, bahkan memusnahkan penduduk asli Papua dari TANAH leluhur mereka.

(6) Dalam DOB Boneka Indonesia dalam 5 sampai 10 tahun pertama akan dipimpin oleh sebagaian kecil Orang Asli Papua, tapi setelah 10 tahun ke atas, saya katakan: 99% akan menjadi milik orang-orang asing dari bangsa kolonial firaun modern Indonesia. Apakh matapetaka dan kematian satu bangsa di atas TANAH sendiri ini yang dicari dan diharapkan oleh para elit oportunis dan haus kekuasaan palsu?

(7) DOB Boneka Indonesia itu tempat berburu ekonomi bagi penguasa Indonesia, para jenderal dari TNI/Kepolisian bekerja sama dengan para investor nasional dan juga asing. DOB itu untuk pendudukan dan penguasaan sumber daya alam Papua dengan menyingkirkan dan memusnahkan Penduduk Orang Asli Papua dari atas TANAH ini.

(8) DOB Boneka Indonesia ini juga sebagai siasat penguasa kolonial firaun modern Indonesia untuk menghilangkan akar sejarah konflik dan pelanggaran berat HAM yang sudah berlangsung selama 61 tahun sejak 1 Desember 1961.

(9)  DOB Boneka Indonesia ini juga upaya terakhir dari penguasa kolonial modern Indonesia untuk mempertahankan Papua dalam wilayah Indonesia.

(10)  Kalau DOB Boneka Indonesia ini tidak mampu meredam perjuangan ideologi dan nasionalisme rakyat dan bangsa Papua Barat untuk Penentuan Nasib Sendiri (the right to self determination), apakah ada usaha berikut penguasa kolonial modern Indonesia mau menambah 10 atau 20 provinsi  boneka lagi di TANAH-nya orang asli Papua?

(11)  DOB Boneka Indonesia sebagai Operasi Militer metode modern ini akan dibangun di atas tulang-belulang orang asli Papua yang dibantai militer Indonesia selama 61 tahun dan juga tetesan darah dan cucuran air mata orang asli Papua. Apakah tulang-belulang, penderitaan, tetesan darah dan cucuran air mata akan membawa musibah, malapetaka, murka dan kutuk atas DOB Boneka Indonesia ini?

(12)  DOB Boneka Indonesia itu mesin efektif untuk memecah-belah atau mengadu-domba orang asli Papua dan upaya untuk menghancurkan persatuan orang asli Papua. Ini namanya watak murn atau watak sesungguhnyai dari bangsa kolonial modern Indonesia

Contohnya: Wempy W. Wetipo dijadikan topeng oleh Tito Karnavian dan Tito bersembunyi dibalik topeng Wempy W. Wetipo.  Sekarang Wempy Wetipo sedang head to head (berhadap-hadapan) dengan bangsanya sendiri. Bukan Wempy saja tapi banyak orang asli Papua yang dibina, dipelihara dan dipakai  “anjing kurap” oleh para kolonial Indonesia, seperti Nick Messet yang sedang dipakai untuk head to head dengan ULMWP dan masih banyak lagi.

(13)  DOB Boneka Indonesia dorancang dengan tujuan atau misi utama sekitar 5 atau 10 tahun ke depan Penduduk Asli Papua akan tenggelam, hilang atau musnah seperti suku Indian di Amerika, Aborogin di Australia, Maori di Selandia Baru.

(14) Pendekatan Operasi Militer selama 61 tahun sejak 1 Desember 1961 telah gagal dan juga mendapat sorotan Internasional dengan alasan kemanusiaan atau pelanggaran berat HAM, maka siasat atau strategi bisu untuk pemusnahan Penduduk Asli Papua ialah DOB Boneka Indonesia atas nama pembangunan dan kesejahteraan palsu yang dianggap sangat nyaman bagi bangsa kolonial modern Indonesia.

(15) Saya minta para pembaca tolong tambah  nomor selanjutnya untuk melengkapi jawaban ini.

Doa dan harapan saya, bahwa tulisan  ini membuka perspektif baru melihat tujuan yang tersembunyi dari DON Boneka Indonesia. DOB Boneka Indonesia ini sesungguhnya bagian integral yang tak terpisahkan dari kekerasan Negara dan tragedi kemanusiaan di Tanah Papua yang berjalan TELANJANG sudah berlansung  selama 61 tahun sampai sekarang.

Selamat membaca. Tuhan memberkati.

Ita Wakhu Purom,  28 Juli 2022

Penulis:

  1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
  2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
  3. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC)
  4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *