banner 728x250

Aibon Kogeya Mengaku Telah Tembak Mati 8 Orang Di Perbatasan Intan Jaya – Puncak Papua: Rimba Tegas Warning Kepada Pemerintahan kolonial Indonesia

Avatar photo
banner 120x600

Aibon Kogeya (kiri) Komandan Batalyon Ndullamo TPNPB Kodap III Ndugama:dok vullmembers Alampa)

NDUGAMA,THE TPN-PBNEWS.COM – Aibon Kogeya, Komandan Batalion Ndullamo Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Kodap III Ndugama dibawa pimpinan Panglima Sorong Samarai D.R.R.Infatri Demianus .M. Yogi Alias Rimba Ribut mengaku telah menembak mati 8 orang di gunung gergaji, perbatasan antara kabupaten Intan Jaya dan kabupaten Puncak Papua, Provinsi Papua.

Melalui Kepala Staf bagian media Batalion Ndulamo, Yut Weya, kepada media ini menjelaskan, Aibon Kogeya dan pasukan telah menembak mati para pekera yang sedang membangun BTS.

“Kami sudah tembak mati 8 orang. Satu orang jatuh ke jurang saat kami tembak. Jadi kami tidak tahu kondisi dia,” ungkapnya kepada media ini, Rabu (2/3/2022).

Dijelaskan, selain menembak mati 8 orang itu, barang-barang mereka juga telah disita.

“Kami sudah sita 1 buah Leptop, 1 buah HP dan kartu-kartu penting lainnya. Kami juga sudah bakar kamp yang mereka bangun,” katanya.

Identitas para korban juga dibenarkan Aibon Kogeya lewat Yut Weya. Korban yang ditembak mati Aibon Kogeya dan pasukannya dari siaran pers yang dikirim kepada media ini adalah Renal Tagasye, Syahril Nurdiansyah, Eko Septiansyah, Ibo, Nelson Sarira, Jamaludin, Iwan Bin Dartini dan satu orang yang masuk ke jurang saat ditembak.

Panglima Sorong Samarai Demianus M Yogi Alias Rimba Ribut juga  mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mencabut surat rekomendasi Blok Wabu dan menghentikan pembahasan tentang Blok Wabu, mendesak negara untuk tutup Freeport dan segera selesaikan pelanggaran HAM di Papua.

“Selama pemerintah terus bahas blok Wabu, Freeport masih jalan, kami akan terus lawan dan lawan sampai titik darah penghabisan,” tegas Yogi.

karena itu kolonial Indonesia segera kembalikan kedaulatan yang perna merdeka pada tanggal 1 Juli 1961 kemerdekaan Papua barat dan  1971 sebagai hari proklamasi kemerdekaan bagi rakyat Papua yang disebut sebagai organisasi Papua merdeka.

“Salam satu jujur dan bertindak tegas demi kehormatan bagi rakyat Papua”.

                    (Vullmembers Alampa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *