banner 728x250

450 Prajurit dari Batalion 527 Lumajang Ke Papua untuk Pimpinan 3 Sayap Militer West Papua Army (WPA)

Avatar photo
banner 120x600

Foto Panglima Tertinggi Tentara Papua Barat West Papua Army (WPA), TPNPB, TNPB, TRWP bersama pasukan berani mati di mabes Totio

Dogiyai, THETPN-PBNEWS.COM – Terkait Pengiriman 450 Pasukan Batalion 527 Lumajang Jawa Timur ke Papua yang dikabarkan akan dibagi di kabupaten Dogiyai, Paniai dan Deiyai, 04/02/2023 10:15:00 PM.

Kedatangan Penambahan pasukan militer Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI , tanggapan Panglima Tertinggi “West Papua Army”,Tn Jenderal Damianus M. Yogi menyampaikan hanya mencari persoalan dan menambah keresahan warga di Papua.

Pengerahan pasukan telah memberikan dampak negatif yang signifikansi terhadap dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Papua. Katanya Yogi

Kehadiran pasukan TNI POLRI bersenjata lengkap telah menciptakan suasana ketakutan dan ketegangan diatas teritorial west papua. Banyak orang takut untuk menjalani kehidupan sehari-hari mereka, karna Aparat TNI/POLRI adalah penjahat bagi warga Papua.

Selain itu, pengerahan pasukan juga telah mengganggu perekonomian Papua. Banyak bisnis yang terpaksa tutup, dan pariwisata sangat terdampak karena situasi keamanan sangat trancam bagi orang papua secara sistematis.

Rakyat Papua telah hidup dalam keadaan yang sulit atau terancam selama bertahun 1961 sampai kini tahun 2023 berlanjut konflik bersenjata, dan pengerahan pasukan hanya menambah penderitaan mereka. Pihak berwenang harus menemukan solusi damai untuk konflik di Papua, “Untuk Papua Barat Bebas dari Negara Indonesia yang pernah merdeka pada Tahun 1961 sebagai hari kemerdekaan dan Tahun 1971 sebagai hari proklamasi kemerdekaan papua barat.

Walaupun pendropan militer semakin digencarkan negara, Persoalan Papua tidak akan selesai. Kami bertahan memperjuangkan kemerdekaan Papua. “Jelasnya”

“Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Tn Jenderal Okto Jemi M Yogi mengatakan, kami tidak akan perna mundur dari musuh kami dan kami tetap akan perang sampai papua merdeka tegaskanya

Ungkap Yogi kepada pemerintah Amerika Serikat, Belanda, dan PBB agar segera me-review pelaksanaan Pepera 1969, sebagai solusi penyelesaian terhadap pelanggaran HAM berat, di atas Tanah Papua Barat untuk segera cabut resolusi 2504. Kami mendesak masyarakat Internasional dan Dewan Keamanan PBB, segera melakukan intervensi kemanusiaan atas peperangan dan pelanggaran HAM, yang terjadi di Papua Barat.

Menurut Panglima Tertinggi West Papua Army mendukung penuh United Liberation For West Papua (ULMWP) di MSG

Negara Vanuatu bersama negara-negara kawasan Melanesia, Pasifik Island Forum (PIF) bersatu menuju 2023. Tutupnya”.*

Redaksi: Gen-RR Vull member Alampa Melaporkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *